30 Dec 2008

Beranilah

Nda dapet puisi ini dari milis. Rupanya ini puisi yang sudah diterjemahkan, and I like the words. Hmm.. pengen cari versi aslinya deh ^_^


Beranilah

Jangan menunggu senyuman, baru mau berbuat baik

Jangan menunggu dicintai, baru mau mencintai

Jangan menunggu kesepian melanda, baru menghargai persahabatan

Jangan menunggu pekerjaan terbaik, baru mau sungguh bekerja

Jangan menunggu mendapatkan banyak, baru mau berbagi

Jangan menunggu kegagalan tiba, baru ingat dengan nasihat-nasihat

Jangan menunggu kesulitan muncul, baru mau percaya dengan doa

Jangan menunggu adanya waktu, baru mau melayani

Jangan menunggu orang lain terluka, baru mau meminta maaf

Jangan menunggu.... ..., karena kamu tak tahu berapa lama waktumu

Jangan menunggu.... ..., beranilah!

Anthony Dio Martin

28 Dec 2008

Superhuman

Nda lagi suka banget lagu ini. Awalnya gara-gara Rika minta tolong cariin di net, dan ketemu. Setelah didengerin, enak loh. Liriknya juga ok. Dedicated to all of my best friend who always make me believe that I can do a lot of thing. ^_^

Weak
I have been crying and crying for weeks
How'd I survive when I could barely speak?
Barely eat?
On my knees

[Verse 2 - Keri Hilson]
Well that's the moment you came to me
I don't know what your love has done to me
Think I'm invincible, I see
Through the me, I used to be

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman

I feel so superhuman (superhuman)
I feel so superhuman

[Verse 3 - Chris Brown]
Strong
Since I've been flying and righting the wrongs
Feels almost like I've had it all along
I can see tomorrow

[Verse 4 - Keri Hilson]
Well every problem is gone because
I flew everywhere with love inside of me
It's unbelieveable to see how love could set me free

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman

I feel so superhuman (superhuman)
I feel so superhuman

[Bridge]
It's not a bird, not a plane
It's my heart and it's going gone away
My only weakness is you
My only reason is you
Every minute with you
I feel like I can do
Anything
Going going I'm gone away
In love

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman
Superhuman
Report as Spam
kwini (permalink)
6:54am
Weak
I have been crying and crying for weeks
How'd I survive when I could barely speak?
Barely eat?
On my knees

[Verse 2 - Keri Hilson]
Well that's the moment you came to me
I don't know what your love has done to me
Think I'm invincible, I see
Through the me, I used to be

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman

I feel so superhuman (superhuman)
I feel so superhuman

[Verse 3 - Chris Brown]
Strong
Since I've been flying and righting the wrongs
Feels almost like I've had it all along
I can see tomorrow

[Verse 4 - Keri Hilson]
Well every problem is gone because
I flew everywhere with love inside of me
It's unbelieveable to see how love could set me free

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman

I feel so superhuman (superhuman)
I feel so superhuman

[Bridge]
It's not a bird, not a plane
It's my heart and it's going gone away
My only weakness is you
My only reason is you
Every minute with you
I feel like I can do
Anything
Going going I'm gone away
In love

[Chorus]
You changed my whole life
Don't know what you're doing
To me, with your love
I'm feeling all superhuman you did that to me
A superhuman heart beats in me
Nothing can stop me here with you
Superhuman
Superhuman

25 Dec 2008

Me, Being Bad

Kemarin adalah hari terakhir kerja, sebelum libur Natal dan Tahun Baru Islam. Dan kemarin adalah salah satu hari dimana Nda merasa jahat dan tidak baik. Hari itu, Nda lepas kendali . Walaupun sudah minta maaf langsung ke 2 orang yang terkena imbas lepas kendali itu, I still feel so bad. Mungkin karena Nda tau mereka ga salah. Mungkin karena Nda ga pernah lepas kendali. Or maybe both.

Gimana juga ga feel bad, orang kemarin Nda reject semua telp. Giliran dah mau terima telp, Nda bicara dengan nada naik 1 oktaf. I even hang up the phone while someone talking with me. Terakhir, Nda diem seribu bahasa waktu Mas Hendra dengan baik-baiknya mendatangi kubikelku untuk bicara (FYI, Mas Hendra adalah Project Managerku and starting next month, Nda jadi asistennya). Sampai akhirnya dia memilih YM sebagai media bicara. Padahal Nda diam untuk menjaga diri untuk tidak semakin emosi. Karna buat Nda klo ngomong pilihannya cuma 2. Akhirnya makin ga sopan (secara nada suara dah semakin meningkat) or nangis (Tipikal cewek banget kan?! N i HATE it). See how bad I was yesterday?!? And I really feel ashamed of that. .

Akhirnya memang masalahnya selesai. Nda juga sudah minta maaf langsung dengan 2 orang itu. Yang satu sih cuma lewat telpon, secara beliaunya di bandung. Dan Nda bersyukur banget 2 orang itu bisa mengerti kenapa Nda bisa sampai begitu. And I will try my best so it wont happen again in the future. Apalagi waktu Nda lunch sama sahabat Nda, n cerita semuanya detail, ga ditambah n ga dikurangi, dia bisa mengerti. Even dia sedikit syok coz selama total 11 tahun temenan, Nda ga pernah kayak gitu. Even ada catatan dari dia 'Jangan sampe terulang lagi' dan 'Jangan sampe 1 orang yang menyebalkan, yang suka meremehkan, membuat Nda lepas kendali lagi n kehilangan diri Nda'.

Mba Eva, Mas Hendra, once again,I really sorry and feel ashamed with what I did. I promise you that it wont happen again in the future.






Kisah Persahabatan

Nda dapet ini dari milis. Cerita yang menyentuh. Bagaimana kita bisa membuat perubahan bagi orang lain. Pesan dari email ini adalah meneruskannya. I Choose to put it down on my blog. So many people could read it. Specially, to all my best friends who feeling so blue. And to all teachers out there.

Sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.

Namanya Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot, namanya Teddy Stoddard.

Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy. Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut. Guru kelas satu Teddy menulis, Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya. Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy. Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan. Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas. Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah Natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja. Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Teddy di tengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya. Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.

Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal,menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny. Thompson, hari
ini bau wangi anda seperti ibu saya. Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam.
Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai
mengajar anak didiknya. Ny.Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan.

Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya. Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah
guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari
Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas dan Ny. Thompson tetap guru terbaik yang pernah
dimiliki sepanjang hidupnya.

Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny. Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimilik sepanjang hidupnya. Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny.Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditanda tangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.

Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu... Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin.
Tentu saja Ny. Thompson bersedia...
Dan coba tebak apa berikutnya ?
Ny. Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama. Mereka berpelukan, dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny.Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan. Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik..... Ia berkata, Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu.

Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang. Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif.

Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.

22 Dec 2008

Kevin: Belenggu Masa Lalu (Murphy's Boy)

Sore tadi Nda baru aja selesai baca buku ini. Buku yang dibeliin si Kakak waktu Nda berkunjung ke rumahnya bulan Oktober lalu.

I always like Torey Hayden's book. Don't really know why. Maybe b'cause of I like phisicology. Or maybe b'cause it's always based on her own experiences. Or maybe b'cause of both reason. The point is I always like it.

This book is about Torey's patient, Kevin. Not like usual, this time Torey had a teenager as her patient (usually she handles kids). Kevin, or called as zoo boy coz he always hide himself under the table and surrounded himself with with a cage of chairs. He never talk and afraid with almost everything. Such as water, changing his clothes, shower, etc.

Step by step, one of the time, Torey helped him. Eventually, he talked. But that's not the only problems. It turned out Kevin got phisical abuse from his step dad. A kind of memories that will last forever.

It took almost 2 years before Kevin lifed 'normally'. Years full of anger, tears, hard working. And up side down moment. Just like when u're in a roller coaster.

From this book, I learn about love, trust, hard working and many other good values. I learn about it doesn't matter hows the end will be. The important thing is how u deal with the process. Further more, use all what u have in the process. Try to see not only with eyes, but with heart. Try to listen, not only hear.

Coz we can heal others if we really mean it.

20 Dec 2008

Lo dimana Ki??

Hari ini Nda keingetan sama salah satu sahabat Nda waktu kuliah D1 dulu. Dia itu baik, ceplas-ceplos (tipikalnya orang Betawi lah yaa), n cantik. Dia salah satu temen yang mengispirasi Nda untuk berjilbab. Terakhir Nda ketemu dia tuh beberapa bulan lalu. N sampe sekarang belum ketemuan lagi. Jangankan ketemuan. Udah sejak lebaran dia tuh susah bahkan ga bisa dihubungi. Hp-nya mati melulu. Nda udah pernah telpon kantornya (salah satu pusat belanja di Jaksel), yang sayangnya belum berhasil. Sementara Nda ga punya no telepon rumahnya (hilang entah kemana).

Sore tadi Nda coba hubungi lagi hp-nya. Tapi tetep ga aktif. N honestly, I kinda worried. Kenapa?? Coz last time we met, she had prob with her hubby. Jadi ceritanya, suatu hari, dia kasih kabar klo dia akan nikah. Kaget? Pastinya. Karna pemberitahuan itu tuh tiba-tiba banget. Dan lebih kaget lagi waktu kita ketemuan, dia cerita klo pernikahannya itu dijodohkan. FYI, temen Nda ini adalah tipe perempuan pengejar pria n ga mau dikejar. Jadi wajar donk klo Nda kaget denger dia mau nikah. Dijodohin pula. Kenapa dia mau?? Karna ayahnya udah kasih ultimatum sama dia. Selama ini kan dia dah coba cari sendiri, n belum sukses menemukan yang benar-benar klik. Si ayah bosan n pengen anak perempuannya ini segera nikah. Apalagi ayahnya rada sedikit malu, anaknya udah kuliah, kerja, dah lewat dari 25, tapi kok belum nikah. Jadilah di jodohkan. N rupanya si laki-laki ini sudah pernah lihat temenku, n sudah pernah bilang ke ayah temenku. Cuma waktu itu, temenku lagi kuliah n tinggal setaun lagi. Tanggung kan. Hasil nego ayah dan si lelaki, jadilah dia mau menunggu 1 tahun.

Setelah 1 tahun, dipinanglah secara resmi n si ayah menerima dan terjadilah pernikahan itu. Waktu mereka nikah, Nda dateng n semua tampak baik-baik aja. Teman Nda juga ceria-ceria aja di pelaminan. Siapa sangka, ketika Nda telpon seminggu sesudahnya, ternyata sudah ada masalah. Dan ketika kemudian kami bertemu, mengalirlah semuanya.

Bahwa dia tidak bahagia dengan pernikahannya. Menurut dia, ketika dilamar, dia minta waktu paling tidak 3 bulan untuk berinteraksi secara wajar, untuk kenal. Permintaan itu ditolak oleh ayahnya dengan alasan bahwa si laki-laki sudah menunggu satu tahun. Temen Nda udah ngerayu baik-baik sampe rada ngambek, tetep aja ayahnya menolak. Terjadilah pernikahan itu.

Setelah nikah, dia tinggal dengan suami, di rumah mertuanya. Dan disana terlihatlah sifat asli sang suami yang ga sreg. Udahnya dia sebel dari awal, ditambah lagi selama di rumah mertua itu, komunikasi antara suami istri ini ga lancar. Mungkin si suami kurang pendekatannya, kurang keras usahanya untuk komunikasi. Coz I know my friend. Dia bukan orang jahat or ga punya perasaan kok. Dia cuma butuh diyakinkan. Dan semua masalah komunikasi itu masih ditambah lagi dengan keadaan keluarga temenku. Singkatnya, begitu menikah, si ayah membatasi waktu kunjungan temenku ke rumah orang tuanya. Ga boleh keseringan, ga boleh lama-lama. Kurang lebih sejam aja.

Jadi wajar kan klo hari ini Nda kuatir???? Nda takut aja klo dia kenapa-kenapa. Apalagi terakhir ketemu itu, dia ngerasa sendiri. Ngerasa udah ga di inginkan sama kluarganya.

Lo dimana sih Ki?? Please kasih kabar.

Dan buat sahabat n teman-temanku sekalian.. klo ada apa-apa, please let me know ya.. jangan bikin panik. Mungkin Nda ga selalu bisa bantu, but please let me know ur condition. Nda ini mudah panik di dalam. Even ga selalu kliatan dari luar. Terutama untuk orang-orang yang Nda sayang.

19 Dec 2008


Aku bukan lagi aku yang dulu. Aku yang sekarang berbeda. Aku bukan lagi manusia utuh dan normal. Aku terasing dari duniaku sendiri dan harus mencari dunia baru untuk diriku yang sekarang.

Tapi kemana aku harus mencarinya???

16 Dec 2008

Quote of the Day

Ada sebuah janji yang besar bagi Anda yang mengasihi dengan sepenuhnya.
(Mario Teguh - She)

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang telah menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

by Sapardi Djoko Dhamono

Nda lupa deh pertama kali denger puisi ini dimana and kapan. Tapi yang pasti, sejak saat itu, Nda suka banget sama puisi ini. Puisi sederhana yang klo diliat mirip haiku Jepang. Tapi buat Nda daleeeem banget.

Nda bukan orang yang pandai or ngeh dengan hal-hal puitis or yang kelewat nyastra. Tapi buat Nda puisi ini menggambarkan keberanian dalam mencintai. I mean, ketika mencintai, kita harus berani dan siap untuk patah hati. Bahwa mungkin saja, cinta itu menjadi kasih tak sampai. Atau cinta itu, tak bisa diwujudkan.

Buat Nda, ini tentang cinta tanpa syarat yang luas. Yang bisa terjadi pada siapa saja, dalam konteks apa saja. Tidak melulu antar lawan jenis.

Hmmm.. bisakah Nda mencintai tanpa syarat??





15 Dec 2008


Rasanya.. aku harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apa aku sanggup??????

Kenapa aku tidak pernah merasakan bahagia yang benar-benar milikku sendiri???

Dapet Warning

Udah 2 mingguan ini ga buka account gmail-ku dan baru hari ini sempat. Tepatnya sih disempatkan. Ternyata emailnya dah buanyak banget. Dan lebih gaswatnya lagi ada email dari kampus. Untung ga ikut ke delete. Soalnya kan email yang ga penting or iklan-iklan or spam, langsung Nda delete.

Nah email dari kampus itu ternyata warning soal cuti. Kan ceritanya dah 2 semester ini Nda ga ngampus. Terus, email itu tadi nanya soal semester depan, apa mau mulai ngampus or cuti lagi. Klo ga ada kabar, maka yang udah di ikutin kemarin dianggap hilang (kurang lebihnya gitu deh). Gubraks banget klo gitu. Hilang donk semua jerih payah n uang Nda yang udah masuk selama 5 semester kemarin :(

Belum Nda jawab sih emailnyal. Nti aja deh dirumah, biar enak mikir n nulis jawabannya. Hiks..




12 Dec 2008

Kembalikan saja pada BELIAU

Tadi siang ada teman yang bertanya:
'Bagaimana menghilangkan rasa benci?'
'Bagaimana melupakan kejadian menyakitkan?'

Asli bingung jawabnya. Pertama, Nda ga pernah benci sebenci-bencinya sama orang. Ga pernah yang namanya ga mau liat muka orang karna sebel. Dan tentang kejadian yang menyakitkan, well definisi or ukuran menyakitkan kan beda. Nda ga tau versi menyakitkan dia tuh apa. Bisa aja kan yang menyakitkan buat dia tapi biasa buat aku atau sebaliknya. Udah gitu dia ga mau cerita detail. Gimana Nda mau ngerti.

Beneran bingung deh. Terus, Nda keingetan sama pelajaran psikologi komunikasi (entah semester berapa). Nah disitu, dosen Nda menjelaskan tentang beberapa cabang psikologi. Yang salah satunya adalah Kognitif, dimana disitu yang dipelajari adalah kegiatan pikiran manusia. Dan klo ga salah juga, si Bapak Dosenku pernah berkata bahwa semakin kita ingin melupakan sesuatu, kita malah akan semakin ingat dengan hal yang ingin kita lupakan itu. Nah.. Nda kasih tau deh tentang itu sama temen itu. Plus Nda kasih bumbu sedikit dari apa yang Nda dapet tiap kali nonton Oprah. Yup!! That Oprah Show!!

Oprah pernah bilang (kurang lebih ya.. Nda kan bukan robot penghafal) bahwa satu-satunya jalan untuk menghilangkan rasa benci or marah adalah dengan memaafkan.
'ngomong sih gampang Nda, tapi kan susah' kata temenku itu.
Lahh.. sapa juga yang bilang gampang. Ga usah dikasih tau juga Nda tau itu ga gampang. Tapi rasanya kalau kemudian itu bisa memberi kedamaian dalam hati, kenapa engga. Toh semua tadi dia bilang udah banyak cara (selain yang Nda saranin itu) dicoba dan belum sukses. So, kenapa ga coba aja. Trus Nda kutip deh kata-katanya Pak Mario 'siapa yang tidak berani mencoba, maka sama gagalnya dengan orang yang sudah mencoba tetapi tidak berhasil'.

Nda bilang.. coba aja pelan-pelan. Dimulai dengan menerima bahwa ada orang yang pernah menyakiti. Jangan berpura-pura bahwa kejadian itu ga ada hanya supaya bisa lupa. Terus maafin pelan-pelan. Mulai dengan mengingat bahwa kita pun pernah punya salah ke orang, mungkin pernah menyakiti orang. Things like that lah. FYI, yang ini sering Nda terapin ke diri sendiri. Terus.. baru deh mulai coba memaafkan.

'klo ga berhasil juga?'

Argghhh yang begini nih yang Nda sebel. Udah pesimis duluan. Dicoba juga belom.. dah mikir gagal ajah. Nda jawab aja.. "dimana-mana tuh di coba dulu!!!'
Ehh.. dia masih ga ngeyel. 'Klo ga bisa????'
Dan jawaban Nda adalah.. 'ya udah, klo masih ga bisa juga, berdoa aja banyak-banyak. Minta kekuatan dari Tuhan supaya bisa memaafkan'

Udah jawaban terakhir tuh. Udah ga tau lagi soalnya musti bilang gimana!! Bener kan?? Satu-satunya yang tidak memiliki batas kekuatan kan cuma Allah, Tuhan Semesta Alam. Kembalikan saja semua pada Beliau.










Happy B'day

Hari ini, someone spesial to me, a dearest one, who always close in my heart merayakan ulang tahun -ups ulang bulan-. Ga usah disebutin siapa or umur berapa ya.... :D

Dia ini sosok manusia tangguh yang sudah mengalami banyak cobaan yang tak terbayangkan. Yang pada akhirnya membentuk dia seperti sekarang ini. Baik, dermawan, disayangi banyak orang, itulah dia.

Sayangnya dia ini sedikit tertutup dan suka sekali menyimpan sendiri masalahnya. Membuatku kadang geram dan merasa tidak berguna sama sekali walaupun diwaktu lalu, aku berada sangat dekat dengannya. Berjuta kali aku katakan bahwa dengan bercerita, walaupun masalah belum tentu langsung selesai, tapi hati agak sedikit ringan. Tapi yaaahh.. tetap saja dia tertutup. Dan itu membuatku sangat sedih.

Walah.. kok malah curhat gini yaa?!?!?!?

Anyaway...

Kakak, sahabat, guru, motivatorku tersayang..

Selamat Hari Jadi
Semoga semuanya menjadi lebih baik bagimu
Tersenyumlah..

Karna engkau terlalu berharga untuk selalu bersedih
Tertawalah..
Karna seri diwajahmu, membuat dunia lebih berwarna
Seperti pelangi..
Yang hadir kala hujan reda

^_^

--lots of hugs---





11 Dec 2008

Kudapan Orang Stress

Jangan ditiru ya. Ga baik soalnya!!

Saking stressnya dengan keadaan selama 2 minggu ini(baik dirumah maupun dikantor) plus batuk n radang yang 2 minggu ini belum sembuh juga. Padahal udah mantang macem-macem. dari mulai gorengan, es, pedes (yang terakhir ini yang susah banget). Eh, blom sembuh juga. Udah minum madu, jeruk nipis, sampe obat apotik, masih ga mempan juga. Akhirnya hari ini Nda memutuskan untuk membatalkan beberapa pantangan itu. Dimulai dari makan krupuk (pas lunch) yang memang akhirnya menghasilkan batuk yang luar biasa (sampe malu diliatin tetangga kubikel sebelah). Diteruskan dengan makan pecel di stasiun sembari nunggu kereta. FYI pecel di stasiun itu bumbunya pedezz. Belum lagi ditambah gorengan. Plus, pas pulang kerja, rupanya bunda bikin pisang goreng. Lengkap sudah. Apa udah?? Belum. Coz baru beberapa menit yang lalu Nda menghabiskan ini. Salah satu produk barunya Bread Talk.

Emang dasar ya perempuan. Makin stress, mulut makin ga bisa brenti ngunyah.

Psstt.. Nda ulangi lagi. Jangan di tiru ya ^_^

Pr Tahun Depan

Menjelang akhir tahun begini, pasti banyak yang sedang sibuk merenung, berkontemplasi, melihat akan semua kejadian yang telah berlalu. Entah itu baik atau buruk. Entah itu peningkatan, atau malah kemunduran.

Kemudian menyusun rencana. Membuat resolusi. Entah baru, atau mungkin pengulangan dari resolusi tahun kemarin ini atau bahkan dari tahun sebelum-sebelumnya, yang belum tercapai.

Saya?? Hmmm.. biasanya saya melakukan itu. Tapi entah mengapa kali ini saya sedikit tidak bersemangat dalam melakukan itu. Tidak tau lah besok-besok menjelang hari-hari terakhir. Yang pasti, sampai hari ini, saya belum ingin memikirkan apapun untuk diri ini di masa depan.

Tapi ada satu hal yang tidak perlu dipikirkan, tapi jelas akan menjadi pr saya (yang entah akan dikerjakan atau tidak) adalah belajar untuk percaya lagi. Baik kepada orang lain, dan bahkan pada diri saya sendiri.

Hmm... dikerjakan ga ya??


9 Dec 2008

Pouch Hp

Males juga ya punya banyak blog untuk hobby or tujuan yang beda. Hmm... posting disini ajalah. Selagi ga ada ide untuk blog yang ini. Kan katanya tak ada rotan akar pun jadi. Ini pouch HP udah dibikin dari kemarin, hari ini finishing aja, sambil nonton Grey's Anatomy plus sedikit mengalihkan pikiran dari banyak hal.

Kali ini ga pake ngarang, alias nyontek pola dari buku mba Tatha yang ke 1. Cuma benangnya aja beda. Klo dibuku pake rayon, ini pake ICT. Klo dibuku pake hook no 2, ini pake no 4 jadi yang ini sedikit lebih besar. (dan emang kebesaran untuk hp-ku yanng minimalis). Modifikasi cuma di tali aja. Klo dibuku kan pake tali kur. Berhubung ga punya, yaaahh bikin aja sendiri dari chain. Benangnya juga benang sisa dari bikin topi yang shell. Pokoknya mengkaryakan bahan yang ada dan mengkaryakan diri sendiri lah.

8 Dec 2008

Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda, dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati.

( MT : Becoming Your Best Friend )


Lagi cek email dan disalah satu email yang Nda dapet dari milis ada kalimat itu. Jadi bertanya-tanya dalam hati, apakah Nda sudah menjadi orang yang bisa mengenali lagu-lagu keberanian di hati sahabat Nda. Sudahkah Nda mengenal mereka sedalam itu? Lebih jauh, sudahkah Nda menjadi orang yang bisa menyanyikannya saat mereka berkecil hati. Atau mungkin malah mendedendangkan lagu kesedihan dan pengkerdilan bagi mereka.

Hmm.. yang manakah diriku??

7 Dec 2008

28 Nov 2008

Jujur itu Langka, tapi MASIH Ada

Hmmm.. udah lama juga ya Nda ga nulis apa-apa. Ga mau bikin alasan sibuk ah.. coz sebenernya kalau mau disempetin pasti bisa. Anggap aja lagi ga mood :D.

Malam ini Nda mau cerita kejadian seminggu lalu. Tepatnya hari kamis malam, minggu lalu. Like usual, Nda pulang kerja naik kereta. Hari itu Nda pulang agak malem. So pastinya setelah turun dari kereta, Nda sambung pake ojek kerumah. Biasanya.. langganan ojek -bang Oma- ada di depan stasiun. Sayangnya kali ini beliau ga ada. Mungkin lagi narik. Tadinya mau jalan agak kedepan, biasanya ada sodaranya bang Oma (Nda lupa namanya) yang ngojek juga, tapi mangkalnya di pinggir jalan depan sana. Sebenernya sih klo mau, banyak kok tukang ojek yang nawarin. Tapi Nda lebih suka sama orang yang Nda udah kenal, kecuali klo emang ga ada semua, baru deh naik ojek lain. Nah sebelum Nda sempet ke depan sana, ada 1 tukang ojek yang nawarin. Nda inget pernah naik sama dia beberapa bulan yang lalu. Sampe kantor malah!

Jadi ceritanya waktu itu Nda mau ngantor kan... udah sampe stasiun nihh. Eh ternyata distasiun penuh banget orang. Artinya.... ada kereta yang ga jalan. Dan benarlah teman-teman. Sempet panik nih coz hari itu Nda harus dateng pagi karna mau cabut tugas ke Bandung. Kalo naik angkot lewat Ciputat, ga mungkin banget. Tau sendirilah, Ciputat itu kan terkenal macet. Belum lagi Radio Dalam. Ya sudah, satu-satunya jalan yang terpikirkan adalah naik feeder bintaro or taksi. Nda pilih yang kedua karena Nda ga tau jadwal feeder dan ga gitu tau berentinya dimana. So, Nda naik ojek lagi. Niatnya sih cuma sampe lampu merah aja, baru nunggu taksi deh disitu. Ojek Bapak inilah yang Nda naiki.

Sepanjang jalan stasiun yang ga gitu jauh itu, Nda sempet ngobrol sama si Bapak ini. Dia sih sebenernya yang banyak nanya. Sampailah obrolan kita ke lokasi kantor Nda. Si Bapak pun menawarkan diri untuk nganterin. Cara nawarinnya juga rada lucu, ga langsung nawarin. Agak muter-muter antara butuh sama malu-malu gitu. Berhubung butuh cepet plus si Bapak bawa helm, ya udah, Nda setuju aja.

Sebenernya sih sempet ragu coz beliau itu sudah tua, bawa motornya juga ga cepet malah cenderung lama (dan diperjalanan dia ngakuin itu) tapi entah kenapa Nda ga bisa nolak. Apa yaa.. rasanya Nda denger nada kebutuhan mendesak waktu si Bapak nawarin. Singkat cerita, sampailah Nda di kantor tepat waktu dengan selamat, diiringi doa tanpa henti sepanjang jalan. Gimana engga, menuju kebayoran lama, trus di arteri, banyak metro dan semua orang tau bahwa supir metro adalah supir kelas F1.

Berhubung Nda ga tau berapa yang harus Nda bayar, ga ada tawar-tawaran pula sepanjang jalan tadi (kita malah ngobrol ngarol ngidul ga jelas) dan si Bapak bilang terserah aja waktu Nda tanya berapa tarifnya. FYI, Nda kurang suka kata terserah ini coz membingungkan. Akhirnya Nda kasih 50ribu. Dengan pertimbangan si Bapak itu udah nolong banget, bahwa masih lebih murah daripada naik taksi yang harus masuk tol klo mau cepet, plus berhubung Nda mau tugas luar, Nda bisa reimburse kantor. Waktu Nda kasih, si Bapak udah bilang klo itu kebanyakan (but still Nda ga tau seberapa besar kebanyakannya). Ya udah, Nda bilang aja, 'gpp. Nda makasih udah ditolongin, dan mungkin emang hari itu rejeki bapak memang segitu'. Case Closed. Well at least thats what I think.

Tapi ternyata buat Bapak itu case not closed at all. Taunya??? Ya kamis kemarin itu. Tadinya beliau ga ada ngomong apa-apa, asli diem aja. Tapi begitu udah hampir memasuki area komplek, mulainya beliau buka suara. Intinya adalah.. sebenarnya kemarin-kemarin itu,tiap kali liat Nda distasiun, entah pagi hari, entah malam sepulang kerja, si Bapak sudah mau negur. Untuk apa?? Untuk ngembaliin kelebihan uang waktu nganter Nda ke kantor itu. Cuma dia takut. Takut Nda tersinggung klo sekonyong-konyong dia menghampiri dan ngasih uang. Si Bapak juga udah niat mau nganterin Nda pulang klo malem, tapi berhubung seringnya pas jam Nda pulang si bang Oma udah stand by, dia juga ga enak. Asli Nda speechless banget. I mean, itu kejadian udah berbulan-bulan lalu. Plus Nda udah bilang klo uang itu memang untuk dia semua.

You know what, dia masih bilang itu kebanyakan. Nda tanya, memang tarif sebenernya berapa? Jawabnya, 'biasanya 30ribu neng, tapi itu juga suka masih ada yang nawar. Dan klo lagi sepi, seberapa ditawar, ya ok aja. Selama cukup untuk bensin dan ada lebih sedikit'. Nda tanya lagi, 'jadi sekarang bapak masih mau kembaliin uang saya yang waktu itu?' Jawabannya, 'iya neng. soalnya waktu itu kebanyakan.' Asli Nda ga bisa ngomong. Begitu Nda sampe rumah, waktu mau bayar, tadinya ssi Bapak ga mau. Masih kekeuh sama lebih bayar Nda itu. Nda juga kekeuh lah. Gila aja, orang udah berbulan yang lalu. Lagian orang waktu itu ngasihnya juga ikhlas. Kami sama-sama keukeuh nih. Nda ga mau jadi tontonan satpam yang emang posnya deket rumah. Nda bilang sama bapak itu, klo Nda ikhlas. Kemarin ya kemarin. Sekarang ya sekarang. Yang Nda bayar hari ini memang hak dia hari ini. Sampe 3 kali deh Nda ulang-ulang terus. Baru deh si Bapak mau terima.

Hari itu Nda dapet pelajaran berharga banget. Bahwa di jaman yang katanya edan ini, kejujuran berikut orang jujur masih ada. Mungkin tidak banyak, tapi masih ada. Mungkin terasing, tapi masih akan terus survive karna yang akan menolong adalah Pemilik Alam ini.

Nda bersyurkur banget Allah memberi contoh, atau mungkin peringatan dengan cara yang halus, yang baik. Sederhana, tapi bermakna. Karna berasal dari orang yang terkadang, dalam khilaf dianggap rendah karna kondisinya. Karna sering kali, kita -manusia- mengukur semua dari materi dan bukan dari hati. Bukan nurani. Padahal pada kenyataannya, mereka inilah yanng lebih tinggi derajatnya dimata BELIAU.

Hmm... maaf jika ceritaku membosankan ya. Tapi bukankah kita harus saling mengingatkan?!?!?

Iseng ajah

Benernya ada beberapa kejadian yang mau dishare disini, tapi apa daya, gi males ngetik. Moga-moga aja besok pas para pria berangkat jum'atan (that means kantor akan sepi), semangatnya muncul.

Chayo!!

21 Nov 2008

Ada yang tau artinya???

Pas lagi makan siang tadi, si bunda miscall, pas ditelp balik, katanya tadi Tante Rita (tetangga rumah lama) telp, tanya no hp aku. Hmm ada apa ya kira-kira.

Ya sudah Nda telp aja si Tante. Ternyata yang ada perlu itu suaminya, Om Agus. Dia minta tolong Nda terjemahin data untuk dia besok meeting. Ga banyak sihh.. cuma satu lembar, cuma isinya itu loh. Secara Nda kan bukan penterjemah beneran, jadi vocabnya masih rada terbatas.

Ada yang bisa bantu ga ya?? Kata-kata ini englishnya apa sih??
- Patok batas wilayah
- kejahatan lintas negara
- Pos Lintas Batas
- Pos Pemeriksaan Lintas Batas

Ups lupa kasih tau. Tulisan ini tentang Kabupaten Bengkayang dan permasalahan yang timbul di perbatasannya (secara berbatasan dengan Malaysia).

Deadlinenya malam ini nih.




20 Nov 2008

Kebiasaan buruk yang harus dihindari saat presentasi

Iseng deh hari ini. Gi ga mood kerja padahal ada beberapa kerjaan yang cukup urgent. Ya sud.. Nda cek email aja dulu n find this nice article dari milis. Moga berguna yaa ^_^

1. Selalu melihat jam tangan pada saat presentasi

Memperhatikan waktu merupakan hal yang sangat penting pada saat presentasi, ini menyebabkan banyak sekali presenter keseringan melihat jam tangan pada saat presentasi. Kebiasaan ini jika terlalu sering akan mengakibatkanaudiens malah terfokus pada waktu bukan pada informasi yang disampaikanpresentator. Ada baiknya anda menggunakan jam duduk yang anda letakan ditempat yang mudah terlihat bagi anda tetapi cukup tersembunyi buat audiens, atau jika memungkinkan minta tolonglah pada audiens yang ada didekat anda untuk memberitahukan waktu jika 10 menit lagi presentasi akan usai sehingga cukup waktu anda untuk closing.

2. Menggunakan filler words pada saat presentasi

Seringkali pada saat presentasi kita menggunakan kata ehmm, enggh, atau kata yang diulang seperti kamu tahu, dan, tetapi yang diulang berkali-kali. Kadangkala kita melakukan itu tanpa menyadarinya. Ada baiknya kita menggunakan tape recorder untuk merekam presentasi kita untuk mengetahui apa yang menjadi filler words kita pada saat presentasi.

3. Jauhkan tangan anda dari pakaian anda

Seringkali kita melihat banyak presentator memasukkan tangan kedalam saku, atau presentator wanita memegang blus mereka. Hal ini mengganggu audiens, selain itu akan membuat gesture tubuh anda menjadi terlihat kaku dan anda tidak dapat memanfaatkan body languange anda secara optimal.

4. Jauhkan pergerakan tubuh yang tidak perlu

Berdiri tegak secara nyaman kadangkala jauh lebih efektif dibandingkan bergerak ke kiri, kanan, kedepan dan balik ke belakang seperti tarian samba. Kecuali pergerakan ini berlangsung secara natural sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

5. Perhatikan ketika anda berjalan

Usahakan untuk tidak membelakangi audiens, atau bagi anda yang menggunakan slide projector atau infocus pastikan anda tidak berjalan atau berdiri pas didepan lampu proyektor.

Selamat berpresentasi

IBSC TV Presenter

17 Nov 2008

Surga memang Dibawah Telapak Kaki Ibu

Udah lama juga ya Nda ga nulis apa-apa disini. Hmm kali ini Nda mau
sharing kejadian bulan lalu. Sebenernya sih ini sebagai pengingat dan penguat diri sendiri, coz lately Nda lagi ga yakin sama diri sendiri, sama hidup.

Hmm.. jadi ceritanya, bulan lalu, pas lagi heboh-hebohnya Laskar Pelangi, si bunda tuh udah berapa kali bilang pengen nonton. Karna satu dan lain hal, ga jadi melulu padahal waktu itu masih libur lebaran lho. Terus.. di hari pertama ngantor (bukan senin lho, tapi selasa) ternyata kita tuh cuma setengah hari aja kerjanya. Nahh.. mumpung tuh. Ya udah, pertama Nda tanya sama bunda, mau ga nonton hari itu, n she said yes (ya iyalah, udah bolak-balik bilang). Selesai telp bunda, Nda telp 21 Bintaro. Ternyata disana cuma ada 1 studio. Itung-itungan waktu, kayaknya ga keburu mengingat membludaknya orang yang mau nonton LP. So alternatifnya adalah 21 Blok M Plasa or PIM coz deket dari kantor jadi bisa cepet ngantri. Telp bunda lagi deh, tanya, coz 2 studio itu kan lumayan jauh dari rumah. Jawabannya masih sama. Big YES. Ya sud... ijinlah Nda sama mas Hendra untuk pulang lebih cepat sedikit. Toh belom bener-bener kerja. Alhamdulillahnya dikasih.

Tau ga sehhh.. begitu sampe 21 Blok M, itu antrian panjaaaaaaaaaaaang banget. Mencapai pintu masuk Blok M. Nda ngerasain antri panjang banget tuh cuma waktu nonton Harry Potter sama Dark Night doank. Dan keduanya adalah film luar. So, langsunglah Nda ngantri dibaris paling kanan, yang paling deket sama pintu masuk 21. Udah setengah jalan antri, eh tiba-tiba ada sekuriti 21, yang berbaju safari itu jalan sambil teriak dengan ngomel. Dia bilang klo antrian Nda itu ilegal alias diluar jalur n ga akan dilayani. Dan yang udah antri itu disuruh kebelakang semua. Can u imagine that?!?!?! Kebayang aja klo sampe pindah kebelakang bisa-bisa ga dapet tiket. Klo pun dapet bisa jadi jam yang paling malem n ga banyak pilihan seat. Asli deh berasa pengen nangis banget. I mean, kenapa juga baru bilang sekarang. Kemana aja dari tadi.

Nda masih belom beranjak sama sekali. Pura-pura budek. Dalam hati tuh Nda cuma bilang gini "Ya Allah, Nda itu pengen nyenengin bunda yang pengen banget nonton LP. Nda tuh belom bisa nyenening macem-mecem. Baru bisa lewat hal sederhana n murah kayak gini ini." That's it, cuma begitu doank doa Nda dalem hati. N you know what. Miracle did happened. Tiba-tiba nih ya, ada abg di barisan sebelah kiri Nda (barisan yang bener) ngasih antriannya ke Nda. Asli Nda langsung kaget. Ga pake mikir 2 kali, langsung Nda iyain dengan tidak lupa bilang makasih. Yang kepikiran saat itu cuma 'ternyata bener ya surga itu ditelapak kaki ibu'. I mean, Nda cuma pengen bikin bunda seneng n Allah langsung kasih jalan. Just like that. Dalem hati, Nda janji akan berusaha untuk bikin bunda lebih senang, lebih bahagia dimasa yang akan datang. Kalau bisa Nda juga mau bikin ibu lain seneng. Dan Allah memberi jalan lagi.

Caranya??

Jadi, pas lagi antri itu, biasa deh Nda celingak celinguk ga jelas. Pas lagi nengok sebelah kiri, eh ada ibu-ibu sama anaknya yang kira-kira kelas 1 SD. Itu anak rada rewel gitu. Capek kali ya ngantri. Mana masih lumayan lama -mereka agak dibelakang-. Nah si ibu itu dengan rada ga enak, ngasih kode, nitip tiket buat dia n anaknya. Ya udah, Nda iyain aja. Sebagai tanda terima kasih ke orang yang udah memudahkan Nda antri dengan memberikan tempatnya. Kebaikan kan harus dibalas dengan kebaikan even bukan ke ybs. Keduanya, ya bukti kesungguhan Nda untuk bikin Ibu lain seneng.

Hmm... singkat ceritanya, Nda bisa dapetin 2 tiket untuk ibu itu dan anaknya juga 3 tiket untuk Nda, bunda n Shella. Even jarak rumah n Blok M Plasa cukup jauh, tapi alhamdulillah bunda bisa sampe on time dengan selamat.

Acara nontonnya?? Menyenangkan lah. Apalagi filmnya juga bagus.


31 Oct 2008

Doa

Barusan dapet pm dari sis Ima, begini isinya... ima: Assalamu'alaikum : Ini ada do'a yang diajarkan Ust Yusuf Mansur semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan juga : Awloohumma yaa Fattaahu... Yaa Awlooh, Yaa Fattaahu... Yang Maha Membuka. Membuka apa saja. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita, bahwa hidup masih bisa diperbaiki, serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. Kusebut asma-Mu, agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu, pintu ampunan-Mu, untukku, untuk orang-orang tuaku, untuk istriku dan orang tuanya, untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya, untuk keluargaku, dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. Yaa Rozzaaqu... Wahai Yang Maha Memberikanku rizki

30 Oct 2008

The End

Guys..
Have you ever heard what people said about Good people who had short life coz GOD want to protect them from doing something bad? Maybe not exactly like that, but something like that.

Well..
After having so many unpleasant, sad, confusing and strange situation for these past few years, -FYI most of that blue moment happened in the same time- I have a thought, hmm.. maybe if I be a better person, well forget about better, if I be the best , the most nice person, the most humble creature that I can be, into my highest limit, maybe my dearest GOD, my dearest ALLAH will have mercy on me, and shorten my time here on earth and put 'THE END" sign on my life.

So I don't have to worry again about anything, about everything.

Could I?

Should I?

But is that what I really want???

Argggrhhhhh!!!!!!!!







Quote Hari Ini

Hari ini, ada seorang teman yang mengirimkan ini di YM Nda. Terkejut?? Sedikit. Bukan karena dia yang mengirimkan, karena temanku ini memang rajin menguatkan dengan Quote-quotenya. Tapi karena isi quotenya yang seakan bisa membaca pikiran Nda.

Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untukmu.
Apakah engkau berdoa?
Karena doamu adalah permintaanmu.
(Mario Teguh - Who Am I)


Hmmm.. semoga BELIAU berkenan menjawab doa Nda.

27 Oct 2008

Alam pun Menemaniku

Setelah sekian lama tidak diguyur hujan, jangankan yang lebat, yang rintik pun rasanya enggan sekali menghampiri, akhirnya sore ini Jakarta diguyur hujan lebat dengan iringan angin kencang yang seakan ingin menerbangkan semua benda yang berada didepannya.

Hujan kali ini seakan sebagai bentuk persahabatan alam kepadaku. Bagaimana tidak, seharian ini hatiku tak menentu. Entah sudah berapa kali tiba-tiba saja air mataku mengalir. Mengalir tanpa suara tapi meninggalkan jejak yang nyata di bola mata dan pipiku.

Apa yang harus kulakukan??
Bahkan kesetia kawanan alam padaku pun, belum bisa membuat mendung yang menggayut dihati ini memudar. Bahkan deru angin diluar pun belum bisa mengusir kedukaan dihati ini.

Atau mungkinkah.... hujan dan angin yang alam sertakan untuk menemaniku, sore ini, memang dimaksudkan untuk mempertegas rasa dihati ini dan bukan untuk mengusirnya???

Hmmm... sungguh ku tak tahu jawabannya.




My New (Gift) Book

Last Sunday was one of Great Weekend I ever had in my life. First, finally I can visit one of person who had a special place in my heart n mind.

She's my beloved best friend, whom I considered as my Big Sister (since I never have any Big Bro or Sis in me entire life). She's the one of two persons who knows me well. I can be the real me, in font of her.

So, last Sunday, she brought me to the biggest mall in her home town. There, we went to movie, and while waiting for the movie, she brought me to Gramedia Book Store. See.. she really knows that book is one of things that can bright my day. I'm so simple, right???

I choose a book that I like. Actually, it's not a new book. It's been published for few years, but when ever I want to buy it, suddenly I just change my mind and bought another book. Silly me. So after some failure, I finally bought this book.


It's Torey Hayden book. You see, she's one of my fav writer. Thing which I like from her is b'cause it was based on true story. On her true experienced in handling kids with special needs, like autism. I really excited in reading things like this. Maybe b'cause I like kids, or maybe coz I really like to know about human behaviour. I don't know. The point is I like these kind of book a lot.

This book is not the only book that I get. I also get this book. The 3rd book of Andrea Hirata's Tetralogy. 'Edensor'. Well.. actually, I don't have the 2nd one, but I've red it months ago. So I think, its better if I buy the one which I haven't read. It's more efficient :D

What makes it more pleasant and touchy is that my sister insist that she's the one who's paying for those book. Even though I already told her that I'll pay for myself, but she's not allowing me to. She's so kind, isn't she????

I really love her a lot. Not because she bought me those books. No. Not at all. I love her just for kindness to others, for her dedication to her job, for her respect toward others and so many more. I really love her just the way she is.

My dearest sis.. Thank you so much for every thing. You'll never realize how much it means to me ^_^





26 Oct 2008

Tentang Film: Mupeng

Nda itu jarang banget nonton film Indonesia. Bukan berarti tidak mencintai produk dalam negri. Sungguh bukan itu. Tapi dalam pikiranku yang sederhana ini, ada banyak sekali film buatan dalam negri yang tidak mencerminkan budaya timur yang sepanjang usianya, selalu digaungkan di negri ini. Tidak usahlah bicara mengenai upacara-upacara adat atau hal-hal yang tradisional, mari bicarakan sajatentang kebiasaan-kebiasaan umum yang selama ini beredar di masyarakat.

Ok, back to our movie. Nda nonton film ini disalah satu bioskop or should i say, satu-satunya bioskop yang ada di jantung ibukota propinsi kalbar. Dibaris depan Nda duduk, full dipenuhi oleh anak abg yang ribut sekali dengan sekali dengan candaan mereka. And you know what, film itu dibuka dengan scene dimana ada seorang wanita yang membuka kulkas, dengan baju tidur berwarna biru muda teramat tipis. Pose yang ditampilkan adalah menungging didepan kulkas. Diperlihatkan pula, bagaimana posisi payudara perempuan itu seandainya kita berada dalam kulkas dan melihatnya langsung. Sementara disebelah kulkas berderetlah 3 orang pria (angga, abi, eksa) dengan mimik wajah mupeng (sesuai judul film itu). Ternyata, semua hanya mimpi dari ke-3 sahabat yg tinggal di satu kosan. Yup mereka bertiga mengalami mimpi yang sama. Selanjutnya, mimpi itu ereka artikan sebagai pertanda dari TUHAN untuk kondisi menjemukan yang meraka alami sehubungan dengan status jomblo mereka.

Selanjutnya... dalam film itu mengalirlah adegan-adegan yang dapat dikatakan berbau pornografi. Mulai dari kedatangan mahasiswi baru -Rebecca- yang selalu berpakaian minim dan digambarkan sebagai objek fantasi para pria dikampus itu.

Adapula Tomi, mahasiswa tajir yang selalu berganti pasangan dalam bercinta (dan selalu menceritakan semuanya kepada 2 sahabatnya) like it was something you should pride of.

Terus dan teruslah mengalir adegan yang kurang lebih seperti itu.

Memang sih, ada satu maksud yang ingin disampaikan dalam film itu. Kurang lebihnya yang Nda tangkap adalah bagaimana kita harus berusaha mencari tau apa yang kita inginkan dalam hidup dan kemudian berusaha meraihnyai. Dalam film ini sih hal itu diceritakan melalui tokoh Angga yang akhirnya berusaha menyatakan isi hatinya (yang telah dipendam selama bertahun-tahun) pada teman kuliahnya, Andita. But still, ada yang membuat saya kurang sreg ketika pada akhirnya Angga melakukannya. Jadi ceritanya, Angga datang kerumah Andita yang ternyata sedang keluar bersama orang tua dan adiknya. Ketika Andita pulang, Angga pun langsung menyatakan isi hatinya, plus kata-kata yang kurang lebih begini:
"aku sudah lama ingin memeluk dan menciummu"

jawaban Andita kurang lebih begini:
"ya udah buktiin donk"

Apa Angga melakukannya? I mean, ada orang tua Andita loh disana (even agak jauh). And the answer is YES. He DID IT!!

Mau tau reaksi orang tua Andita??
They just smile and nod their head. Yup!! Cuma senyum dan menganggukan kepala.

Apa benar itu yang terjadi di masyarakat sekarang ini? In real life. Rasanya tidak kan?? Or at least tidak pada masyarakat pada umumnya. Lo bisa dimaki-maki klo berani kayak gitu. Apalagi klo baru jadian, or belom familiar sama ortu.

Ini yang Nda anggap tidak sesuai dengan budaya timur yang digaungkan selama ini. Lain dari itu, Nda rasa film ini tidak cocok jika dilihat oleh anak-anak abg yang masih labil dan belum bisa berpikir secara matang. Memang sih, di setiap loket tiket 21 sudah dituliskan bahwa ini untuk dewasa, tapi posternya yang lucu, plus bintang-bintang yang memang sudah dikenal bermain film komedi, membuat abg itu tertarik tanpa tau seperti apa ceritanya. Dan bukankah ketika kita membeli tiket pun tidak pernah ada pertanyaan 'umur berapa?', bahkan ketika yang membeli jelas-jelas berwajah abg.

Tidakkah ada keinginan dari semua (terutama yang sudah cukup umur) untuk melindungi generasi penerusnya??

23 Oct 2008

Ketemuan sama Mbak Hilda part II: Feeling, haruskah mutlak dipercaya, atau sekedar warning??

Melanjutkan cerita tentang ketemuan Nda dengan si Mbak Hilda. Kali ini yang akan Nda ceritakan adalah sesi dinner berikut pembicaraannya.

Setelah berpuluh menit berkeliling di Matahari yang kemuadian menghasilkan 2 buah kemeja pria itu, kami pun memutuskan untuk makan. Tempat yang akhirnya dipilih (tentunya setelah mengingat, menimbang, dll) adalah Noddles yang letaknya di basement. Namanya ada Noddles, pastilah menu utamanya aneka macam mie (lha wong interiornya aja berupa dinding merangkap topls yag berisi mie, bihun, pasta dan sejenisnya) even tetap ada menu lain such as nasi.

Biasanya neehh stiap kali kesitu, menu nda selalu Tom Yam Seafood (dimenunya sih bukan itu namanya) plus Thai Tea. Berkali-kali kesitu, Nda baru sekali coba menu lain, yaitu Ramen with duck n egg (once again, dimenu namanya bukan itu ya) plus teh tarik. Kali ini Nda mau coba menu lain deh. Masih sepuar ramen, tapi kali ini tidak berkuah seperti Tom Yam. Ada sih kuahnya, cuma kental dan manis. Maaf ya, ga sempet di foto, cuma bayangin aja deh ramen didasarnya, trs di atasnya dikasih dadar dan diatas dadar tuh ada baso kepitingnya. Enak juga sih, cuma manisnya itu looooohhh... secara Nda ga suka manis (kan udah manies ).

Seperti yang sudah-sudah, makan menjadi kurang nikmat jika tidak disertai ngobrol. Dan seperti peremuan-perempuan lain dijagat raya ini, topik yang dibicarakan pasti lah bervariasi bahkan dengan mudahnya berganti dan kembali lagi ke topik awal. Dan semua mengalir begitu saja tanpa direncanakan.

Obrolan kami dimulai dari kejadian di matahari tadi, kemudian berlanjut ke seputar kantor, dibumbui dengan cerita kelahiran putra pertama mas Dendy (one of my bro di GN). Congrads ya mas... akhirnya .. setelah kosong beberapa waktu, keinginanmu menjadi ayah terlaksana juga. I'm Happy for u bro ^_^

Ramen itu sudah setengah jalan ketika tiba-tiba mbak Hilda (yang sudah lebih dulu menghabiskan makanannya) bertanya dengan sedikii tak acuh "Kamu percaya feeling dek?". Ramen itu pun mendarat kembali di piring. "Percaya", jawaban singkat itu yang kuberikan padanya. "Klo feeling orang tuamu, kamu percaya?". Sempet kaget juga sih mendengar pertanyaannya. Hmm... pasti ada yang serius nehh. Klo engga, ga mungkin banget dia nanya begitu. Coz sepanjang pengetahuanku, dia itu percaya dengan feelingnya. "Emang ada apa?". Dan mengalirlah ceritanya bahwa ibunya memiliki feeling kuat bahwa umur ayahnya tidak lama lagi.

Apa aku kaget?? Jelas!!
Terkejut?? So pasti!!

Dan membuatku merasa susah untuk menjawab. Tapi Nda tetap menjawab pertanyaannya, sesuai dengan apa yang Nda percaya dan rasakan. Kurang lebihnya beginilah jawaban Nda:
"Mbak, gw tipe orang yang percaya pada feeling. Terutama untuk orang-orang yang dekat di hati gw. Tidak harus keluarga, tapi mereka yang berarti buat gw. Tapi jangan jadikan jawaban gw ini harga mati untuk apa yang lo alami sekarang." (jeda sebentar untuk menenangkan diri). "Nah, perasaan lo sendiri gimana?"

Dan kurang lebih dia menjawab seperti ini:
"Tadinya gw ga terlalu memikirkan itu dek, tapi setelah nyokap berulang kali mengatakannya, gw jadi memperhatikan. Apalagi baru gw sadar bahwa bokap, akhir-akhir ini memang agak aneh. Dia seperti mau menyiapkan gw bila sewaktu-waktu dia ga ada. Contohnya ya memaksa gw untuk belajar setir mobil, ngasih tau rute-rute yang non 3 in one. Dan setiap kali melakukan hal-hal seperti itu, dia selalu bilang 'jadi nanti klo papi ga ada, kalian ga bingung'.

Hati Nda mencelos dengernya. Nda tau banget betapa si mbak satu ini begitu dekat dengan papinya. Selama papinya sakit, dialah yang lebih banyak mengurus (bersama maminya, tentu).

Dan dengan bodoh (saat itu Nda merasa bodoh dan useless), Nda cuma bisa bilang "Mbak, selama ini gw itu selalu berharap yang terbaik namun bersiap yang terburuk. Karna apapun juga, semua tergantung pada kuasa dan kehendak Tuhan."

Apa kalian tau jawabnya: "Gw yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik buat gw dan keluarga. Tapi kalaupun yang terburuk yang terjadi, gw rasa gw siap dek. Tanpa ada penyesalan. Karna gw sudah mengupayakan yang terbaik buat papi gw. Cuma gw ga kebayang aja, dengan cara apa Tuhan memanggil papi gw nanti. Apa dalam tidurnya, apa ketika check up, atau mungkin sakit lagi. Ga kebayang deh gw dek."

I'm so speechless. Kalimat yang terpikirkan (dan akhirnya kukatakan) adalah "Kita sama-sama berdoa untuk yang terbaik ya."

Sepanjang perjalanan pulang, Nda memohonkan yang terbaik untuk mbak Hilda dan keluarganya. Waktu 2 tahun lebih, membuat Nda cukup mengenal dia dan segala ketegarannya menghadapi hidup.

Sepanjang perjalanan pulang itu juga, Nda berpikir. Apa sebenarnya feeling itu?? Apa gunanya ia?? Apa yang Allah inginkan dengan itu pada diri kita (saya terutama) yang lemah dan minim pengetahuan ini.

Adakah yang bisa membantu Nda menjawabnya???

21 Sep 2008

Tragedi Zakat, haruskah??

Siang menjelang sore tadi, Nda nonton tv. Berhubung rasanya ga ada yang menarik, jadilah Nda pencet-pencet remote yang ga jelas. Sampai akhirnya menemukan acara SILET. Bukan yang berita artis lho, tapi yang JERITAN. Tadi itu topiknya adalah Zakat Maut. Serem ya judulnya????? Dan memang agak menyeramkan isinya. Hmmm.. lebih tepatnya sih memilukan. Nda memang sudah baca berita itu di koran beberapa hari yang lalu. Melihatnya di tv, itu sungguh pengalaman lain. Apalagi di tv di tayangkan dengan jelas bagaimana orang yang mayoritas Ibu-ibu itu berdesakan diluar pagar. Bagaimana mereka diidorong, disikut, sampai akhirnya ada yang terjatuh dan terinjak-injak oleh sesamanya. Bahkan ditayangkan pula para korban yang kehilangan nyawanya. Mereka digeletakkan di ubin dengan kain yang mengikat kedua tangannya di dada. Berjejer di ubin dingin, mengunggu sanak saudara untuk mengenali dan menjemput mereka yang sudah tak bernyawa, hanya demi uang zakat sebesar 30ribu rupiah.

Nda tidak mengecilkan nilai zakat yang dibagikan. Bukan itu. Seratus rupiah pun patut kita hargai dan syukuri. Apalagi di zaman sekarang, yang serupiah pun sangat berharga. Hanya saja, semurah itukah nyawa manusia saat ini? Sejumlah 3 lembar uang sepuluh ribuan???? Tidak adakah cara lain yang lebih aman dan manusiawi untuk membagikan zakat?? Cara yang bisa membuat orang miskin merasa dihargai. Bukankah diseantero negri ini ada banyak sekali badan/organisasi yang dapat dipercaya untuk menyalurkan zakat.

Dalam pikiran sederhana Nda selama ini, Ramadhan adalah bulan istimewa dimana kita bisa berbagi. Bukan berarti bulan lain tidak bisa berbagi, tapi hanya dalam Ramadhan kita bisa benar-benar mengerti arti lapar dan haus. Lalu jika bulannya sudah istimewa, mengapa kita tidak berlaku istimewa juga. Tidak hanya kepada BELIAU yang menjanjikan pahala bagi kita. Tapi juga kepada saudara-saudara yang tidak seberuntung kita. Bukankah melalui mereka pahala itu dijanjikan. Lalu mengapa menyusahkan mereka??? Sungguh Nda tidak habis pikir.

Sekarang... apa yang terjadi pada keluarga yang ditinggalkan?? Mereka yang mungkin telah berharap banyak melalui kepergian ibu-nya untuk mencari uang tambahan, kini malah mendapati kabar buruk.

Apakah ini arti Ramadhan???
Apakah ini arti berbagi melalui zakat???

Jika tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, apakah tangan yang terulur dalam tragedi ini masih bisa dikatakan lebih baik????

Ya Rabb.. sungguh aku berlindung pada-MU dari kemungkinan menzalimi saudara ku.







17 Sep 2008

Resolusi Hari Ini

Kemarin itu adalah hari yang sungguh tidak mengenakkan untuk Nda. Kenapa gitu??? Coz kemarin ada meeting dengan orang cabang dan selama ini meeting itu adalah hal paling menyiksa buat Nda.

Nda itu bukan orang yang bisa banyak bicara, bukan orang yang bisa basa-basi, bukan orang supel. Nda tau itu dan sudah berjuang untuk itu. Bos Nda yang kedua tau itu dan dia tidak menyepelekan atau mengabaikan Nda karena itu. Dia malah berusaha memberi Nda tugas yang mengharuskan Nda bertemu dan bicara dengan orang lain. Apalagi dia itu super sibuk diperusahaan dan di beberapa organisasi. Nda merasa mulai membaik. Sayangnya disini, Nda merasa tidak dibimbing, kemudian agak diremehkan karena kondisi Nda yang berjilbab. Sedikit banyak ada kata-kata dan perlakuan bos Nda yang menyakitkan sehubungan dengan itu. Dan meeting adalah salah satu ajang dimana Nda merasa diabaikan, dijatuhkan, dan banyak hal tidak menyenangkan lainnya.

Sebelumnya, perlakuan itu membuat Nda merasa tidak ada gunanya lagi berlaku dan bertindak baik. Toh selalu salah. Tapi tafakur semalam dan obrolan dengan sahabat Nda menyadarkan bahwa pada akhirnya semua hal yang terjadi bukan lagi menjadi urusan Nda dengan orang lain, tapi menjadi urusan Nda dengan Tuhan (kurang lebih begitu menurut Mother Theresa). Karna penilai terbaik, hakim teradil adalah BELIAU, dan bukan orang lain. Bagaimana Nda mempertanggung jawabkan semuanya nanti?? Bahwa Nda mengabaikan kemampuan yang BELIAU berikan.

Jadi resolusi hari ini adalah membangun lagi semangat untuk memberikan yang terbaik dari diri ini. Sehingga tidak ada penyesalan. Sehingga mungkin saja dengan begitu, BELIAU mau berbelas kasih memindahkan Nda dari lokasi, situasi dan kondisi tidak menyenangkan ini.

Semoga..


15 Sep 2008

Ngantuk

Asli deh sekarang ini Nda ngantuk banget.
Jadi ceritanya tuh, kemarin nemenin bunda pergi sampai sore. Sampai rumah langsung buka kompie, mau liat blog Nda yang dah dimodifikasi sama MyPooh. Ternyata jadi banyak macemnya. Warnanya juga berubah jadi hijau dan hitam (cowok banget deh.. simpel juga. I like it).

Pas waktunya buka, Nda udahan dulu, tapi ga dimatiin kompienya. Buka puasa.. sholat... eh sempet ketiduran selama setengah jam-an deh. Lumayaaann. Abis tu mandi.. n balik lagi ke depan kompie coz ternyata waktu ketiduran tadi, ada telp dari Mas Hendra. N pas Nda tanya ada apa, dia telp. Ngabarin klo besok musti nyiapin invoice Protelindo M8. Alhamdulillah Nda kan selalu punya back up di flash disk, ya udah, sambil ngerjain aja.

Ngerjainnya sambil chat sama Teh Fenny n MyPooh. Jam 00.00 an baru matiin kompie n langsung masuk kamar. Telponan sebentar trus baru bobo.

Nahhh berhubung yang biasa bangunin sahur lagi ada kerjaan bongkar mobil n sahur diluar, alhasil yang dirumah bablas semua ga ada yang sahur .

Hehehe.. apa hubungannya yaa ga sahur sama ngantuk . Harusnya kan ga sahur laper yaa.. bukannya ngantuk. Tapi mo gimana donk, emang yang dirasain sekarang ngantuk. Mungkin ngantuknya ini akumulasi dari malam-malam sebelumnya yaaaa..

Biasa deehhhh.. Nda lagi kumat ga bisa bobo'nya. Alhamdulillah juga sih, jadi kan bisa ibadah malem. Tapi klo dah 3 hari bobo malem or even menjelang pagi.. berasa juga ya ngantuknya. :D

Ada saran?? Supaya Nda bisa bobo cepet????

14 Sep 2008

Kejutan Menyenangkan

:-)

Life is Beautiful!! And off course, full of surprises. Just like 2day.

Hmm.. tadi Nda dapet sms dari MyPooh ... isinya sih singkat banget, cuma nanya apa Nda udah cek blog. Ups.. baru inget klo semalem dia bilang lagi ngota-atik blog-ku.

So, begitu pulang dari nganter bunda.. langsung aja deh buka blog. Ternyataa........salah satu blog Nda sudah berganti warna. Kali ini blog Nda berwarna hijau. Sejuuuuuuuuuuk banget deh. Plus ada beberapa tambahan. Heheheh.. secara biasanya itu blog minimalis banget ( :D maklumlah.... Nda itu kan gaptek).

Makasih yaaaaa Honey ^_^

Kabar Sedih

Hari Jum'at Nda dapet kabar sedih dari Mba Hilda.. one of my sis di GN. Jadi ceritanya, Jum'at malem tuh dia telp, karna telp Nda rada eror, jadi ga bisa masuk, akhirnya dia sms minta di telp, katanya URGENT.

Ya sudah.. Nda telp balik. Eh ternyata dia . Nah.. karna ngomonya sambil , Nda kan ga ngerti ya. Nda cuma denger kata Ki.. dan sama Bapak. Daripada makin ngaco, Nda suruh aja dia puasin nangis dulu. Nti klo dah tenang baru deh terusin ceritanya.

After few minutes, akhirnya dia bisa bicara dengan lebih jelas. Dan tahulah Nda klo ada 2 orang anak GN yang di terminate sama Bapak. Sungguh berita yang mengejutkan Apalagi salah satunya, bisa dibilang sebagai orang bawaan Bapak. Yang dipercaya Bapak. Bahkan ketika adik ipar Bapak yang juga Kadiv di GN sakit dan harus operasi jantung, 2 orang itulah yang membantu menjaga dan mengurus keperluannya.

Nda tanya sama Mba Hilda, kesalahan apa yang mereka berdua buat sampai tidak ada lagi toleransi. Sehingga 2 minggu menjelang Hari Raya ini, mereka harus kehilangan mata pencahariannya. Sayangnya Mbak Hilda tidak bisa punya jawabannya. Yang ada hanya dugaan-dugaan.

Apapun alasannya, sungguh Nda bersedih untuk keduanya. Apalagi salah satu diantara mereka sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri cantik di Jogja sana. Tak terbayang apa yang harus dia katakan kepada keluarganya.

Mbak Hilda bilang, apa Nda mau kalau misalnya minggu depan kita adakan buka bersama. Yahh semacam reuni kecil. Nda bilang ga masalah. Mungkin nanti kita bisa saling menguatkan.

Mas-mas yang baik.. Nda cuma bisa bilang sabar yaa..
Pasti ada sesuatu yang sedang BELIAU siapkan untuk kalian berdua. Yakinlah!!.

Dan untukku, yang tau bagaimana dedikasi mereka di kantor itu (paling tidak selama aku mengenal mereka disana dulu), kejadian ini mengiatkanku bahwa tidak ada yang kekal didunia ini. Bahwa hidup menyediakan sejuta kejutan. Dan yang terpenting bahwa Cukuplah Allah sebagai penolong.

23 Apr 2008

Catatan Tengah Hari

Sekarang lagi sendirian neh. Well.. tidak dalam arti yang sebenarnya tentunya. Nda bilang sendirian karena para mahluk di divisi tersayang gi pada ga ada. Mas Hendra gi ke Cirebon, Mb' Dina gi ke Protel, Bu Ika dari tadi blom datang, rencananya sih meeting di luar. So.. ga salah kan klo Nda bilang sendirian.

Kerjaan?? Ada kok kerjaan. Barusan selesai kasih laporan piutang BTS ke Icha, n sekarang mo ngecek rekap pengeluaran Bandung. But b4 i move on with my work, boleh donk klo nulis dulu.

Setengah harian ini, selain kerja Nda chat sama Mb' Oci. Hari ini dia ga banyak curhat (sebenernya juga ga banyak chat, sibuk kali dia). Sempet chat juga sama mb Ita. Kemarin dia minta tolong dicariin Alfalink, jadi tadi Nda report n kasih saran seputar Alfalink itu. Chat sama Rika juga ada, even cuma sebentar. Sahabatku itu lagi sibuuuuuuk banget. Susah deh mau ngobrol banyak. Yang terbaru adalah tadi chat sama mb Diena HA. This is my 1st chat through YM with her. And you know what, lega banget setelah chat sama dia. Uhmmm... rasanya dia bisa ngerti maksud Nda untuk berusaha menikmati hari yang aku punya dengan berbuat yang terbaik yang Nda bisa untuk orang-orang terkasih. Karna yang Nda miliki hanya hari ini. Hari ini dan bukan kemarin, apalagi besok. Bukankah Nda ga tau, apakah besok BELIAU masih mengijinkan Nda menghirup udara atau tidak. Ga ambil pusing apakah dalam prosesnya Nda harus jatuh bangun berkali-kali, harus terluka, berdarah ataupun menangis.

Nda hanya ingin melakukan yang terbaik, sehingga tidak ada penyesalan nantinya. Hidup dalam penyesalan akan lebih menyakitkan dari semua rasa sakit akibat memberikan yang terbaik hari ini.

Beberapa tahun terakhir ini Nda belajar bahwa: Hidup itu bukan Take and Give, melainkan Give and Receive

Bahwa ketika kita hidup dan memuliakan orang lain, maka alam akan memuliakan kita.

Begitulah adanya


21 Apr 2008

Kenek yang Baik

Teman... Jika saya menyebutkan kata KENEK, apa yang terlintas dalam pikiran anda??

Waktu saya tanya ke teman, jawabannya adalah: Metromini, Kopaja, Bis, galak,kasar, cempreng, dekil, ga sopan, mata duitan. Ga ada bagus-bagusnya kan?? So, how about you guys?? Apa kalian berpikiran sama dengan teman saya??

Hmmm.. saya ga bisa menyalahkan kalau kalian berpendapat sama, karna memang kebanyakan kenek seperti itu. Suka kasar klo minta ongkos, suka kurang klo ngembaliin kembalian, berisik klo udah teriak-teriak, ga peduli sama kuping kita yang udah setengah budek dengerin teriakannya. Belum lagi kenek yang suka memaksa kita untuk terus bergeser, padahal itu bis udah penuuuuuuuuuh banget. Berdiri aja udah susah.

Tapi guys.. pagi tadi saya mendapati seorang kenek yang jauh dari kriteria diatas. Beneran deh. Ceritanya, seperti biasa, setelah turun dari kereta, saya meneruskan perjalanan ke kantor dengan metromini. Nomer berapa aja, pokoknya yang ke blok m dan melewati pasar mayestik.

Tadi pagi, begitu keluar peron, saya dapati beberapa metromini yang ngetem. Rata-rata semuanya masih cukup kosong (yaaah paling tidak klo pun ga dapet tempat duduk, berdirinya masih cukup enak lah), dan masing-masing keneknya berpromosi bahwa masih ada bangku kosong di metromininya. Pagi ini saya ga ambil pusing kosong apa ga, soalnya udah telat , mana harus ke bank dulu, jadi.. naiklah saya ke metromini yang terdekat dengan saya, yang berada dideretan depan. Dan sesuai dengan promosi sang kenek, metronya masih kosong, kosong untuk berdiri karna semua bangku sudah terisi.

Disitulah keruntuhan pendapat tentang semua hal negatif tentang kenek dimulai. Diawali ketika sang kenek -pria berambut sedikit panjang dengan kumis dan senyum ramah- meminta ongkos kepada para penumpang. Setiap menerima uang ataupun memberikan kembalian, kenek itu selalu mengucapkan terima kasih. Hal yang sangat jaraaaaaaaaang sekali terjadi didunia perkenekan.

Ketika sampai padaku (tadi itu, saya adalah penumpang pertama yang berdiri yang ia mintai ongkosnya), selain mengucapkan terima kasih ketika menyerahkan kembalian, dia juga minta maaf. Mau tau, maaf untuk apa?? Dia bilang begini,"Maaf ya mbak, mbaknya berdiri, padahal tadi saya bilang masih ada bangku kosong." Sumpah saya syok... seumur-umur baru kali ini ada kenek sopan begini. Waktu dia berjalan ke bagian depan bis, dia pun permisi dengan sopan. Ga asal jalan sradak sruduk. Pokoknya sopan deh.

Sampe di sabang, rupanya ada beberapa orang yang turun. Dan dengan sopan, mas-mas kenek itu menghampiri satu-satu penumpang yang masih berdiri kemuan mempersilahkan duduk. Dan kalian yang biasa ngebis pasti tau bahwa ada juga tipikal penumpang yang ga mau geser. Yang tetep kekeuh duduk ditempatnya, sama sekali ga mau ngalah. Ga peduli yang mau duduk tuh gede badannya (like me ) atau yang mau duduk tuh bawa banyak tentengan yang susah diajak kompromi. Tadi pun ada penumpang yang seperti itu and you know what, mas kenek itu bisa lho, ngerayu penumpang (bapak-bapak berwajah cemberut) untuk mau bergeser. Keren kan?!?!? FYI, dia ga pake marah or ngomong kasar, tapi dengan baik dan sopan.

Hmmm.. sungguh pengalaman yang luar biasa. Dan benarlah pepatah lama itu "Don't Judge a Book by It's Cover"

14 Apr 2008

Puisi darinya

Iseng buka FS, trs buka-buka inbox lama. Hmm.. ternyata ada hadiah dari cintaku. Puisi ini dia bacain waktu 'nembak aku' (blushing mode on), trs ga lama dia kirimin ke FS.

Ga tau apa judulnya.. nti deh aku tanya.



Andai saja bagimu
hadirku hanya sebatas sandaran bagi gelisahmu,
aku rela berikan sandaran itu
Andai saja bagimu rasa yang kuberi hanya hanya obati hatimu saat kau luka akan kuberikan rasa yang lebih agar kau terobati
Andai saja bagimu hadirku hanya teman sesaat dalam penghantar mimpi-mimpimu biarlah kutemani setiap malammu
Bahagia yang kurasa mungkin tak seperti yang kau rasa
Cinta yang kumiliki mungkin tak seperti yang kau miliki Kebersamaan yang kurasakan mungkin tak seperti yang kaurasakan namun akan aku biarkan diriku menjadi apa yang kau butuhkan
Walau harus kuakui
Aku cemburu melihatmu tertawa dengan yang lain tidak denganku Melihatmu ceria dalam kebersamaan yang lain dan tidak denganku
KAU TAHU !
Aku ingin terus hadir dalam hatimu walaupun hanya sebagai perkakas usang yang tak kau butuhkan tapi biarakn aku dalam hatimu sesaat saja sebelum kau lupakan semua

( Untuk mu bungaku semoga kau tak pernah layu, karena aku sayang padamu )

2 Apr 2008

Kebaikan dalam Tubuh Kecil


Tuhan baik sekali padaku.

Hari ini, Beliau menyajikan pemandangan indah, pelajaran kemuliaan hati, melalui episode sederhana. Sederhana namun dalam. Sederhana, namun bisa membuatku berpikir, dan membuatku teringat akan kata-kata motivator favoritku, yang isinya kurang lebih:

Dalam keberhasilan tertinggi, selalu ada kesederhanaan.

Ceritanya.....

Pagi ini aku kesiangan berangkat ke kantor. Bukan karna terlambat bangun lho! Tapi karna keasikan nonton film kartun, plus ngobrol sama Bunda. Jadi, begitu tiba di stasiun, KRL ekonomi yang biasa kutumpangi sudah pergi. Kalau sudah begitu, aku harus menunggu KRL AC Ciujung (yang ke Serpong dulu, baru kemudian kembali ke Kebayoran).

Setengah sembilan kurang, petugas stasiun sudah mengumumkan bahwa KRL Ciujung akan tiba di jalur 1. Bergegas kumenuju peron jalur satu. Sampai disana aku masih harus menunggu. Dalam penantian itu, aku mendapat pelajaran baru dari seorang anak kecil penjual koran.

Anak kecil itu mungkin berusia 7 - 8 tahun. Mengenakan kaos oblong warna biru, celana pendek, dengan rambut agak botak dan kulit sawo matang. Saat itu, dia sedang berjongkok di depan pagar, untuk membeli risoles yang dijual dibalik pagar besi pembatas antara kantor stasiun dengan peron . Sementara aku, berdiri tidak jauh dari tempat dia jongkok. Ketika dia sedang bertransaksi, datang seorang nenek tua, pengemis, yang memang biasa berada di sekitar stasiun.

Nenek itu mendekatiku, untuk berterima kasih. Sesuatu yang membuatku rikuh. Karena setiap kali aku memberinya uang, tidak peduli banyak atau sedikit, dia selalu berterima kasih berulang-ulang. Seperti pagi tadi. Aku memberinya uang sudah bermenit-menit yang lalu, tapi tiap kali melihatku, dia pasti langsung menghampiriku untuk berterima kasih. Selalu seperti itu. Sejak pertama kali aku mengenalnya.

Kembali ke anak tadi. Rupanya dia telah selesai membeli seharga 750 itu. Dengan uang 1000, tentu dia hanya mendapat 1 buah dengan kembalian sebesar 250. Nah, begitu menerima kembalian, dia langsung memasukkan uang receh itu kedalam gelas aqua yang dibawa oleh nenek pengemis itu.

Si nenek merasa keberatan dan bermaksud mengembalikan uang itu. Mungkin karena dia merasa bahwa keadaannya dengan si anak tidaklah jauh berbeda. Tapi si bocah menolak dengan tegas. And you know what he said?!?!? "Mak, aku emang cuma ngasih dikit, tapi beneran iklas. Diterima donk. Aku kan juga pengen ngasih emak. Klo duitku banyak, aku kasih banyak deh."

Aku tertegun melihat adegan itu. Tertegun tanpa bisa berkata apa-apa. Rasanya ingin berbicara banyak dengan si bocah. Sayangnya keretaku sudah datang. Rupanya Allah mendengar pintaku, karena ketika sudah berada dalam kereta (yang ternyata masih menunggu waktu keberangkatan), si bocah naik ke gerbongku, dan menawaraiku koran.

Sebetulnya aku sudah beli koran, tapi berhubung ingin berbicang dengannya, aku beli lagi korang yang berbeda. Ini adalah percakapan kami:

"Koran mbak" ujarnya sambil memperlihatkan korang yang dibawanya. "Tempo, Warta Kota"
"Warta deh. Berapa?"
"Seribu mbak"
"Eh, dek, tadi risolnya enak ga?"
"Enak mbak, tapi kecil"
"Ga kenyang ya?" Dia tidak menjawab, hanya tersenyum malu.
"Kenapa ga beli 2 aja?"
"Enggak mbak, 1 aja. Kan kembalinya bisa ngasih pengemis"
"Kenapa ngasih pengemis, kan jadi ga kenyang."
"Gpp mbak. Aku juga kan pengen ngasih, pengen ngamal. Kan udah jualan koran."

Ingin rasanya terus berbincang dengan dia, sayangnya, petugas sudah mengumumkan kalau kereta akan berangkat. Itu tandanya para pengasong harus segera turun, karna pintu kereta akan ditutup. Namanya juga kereta AC, jadi tidak boleh ada yang berjualan.

Duhai adik kecil.. aku sungguh patut belajar darimu. Bahwa dalam hidup, sesusah apapun kita, menolong orang lain adalah suatu keharusan, bahkan sebisa mungkin menjadikannya sebagai kebutuhan. Sekecil apapun pertolongan itu. Bahkan ketika orang lain menganggapnya tidak berarti.

Duhai adik kecil.. terima kasih atas pelajaran hari ini. Terima kasih untuk teladan yang kau berikan hari ini.

Semoga BELIAU membalas semua kebaikanmu.

Semoga BELIAU selalu menjaga raga dan nuranimu.

Ahhh.... sayangnya... aku lupa menanyakan namanya.

16 Mar 2008

1st Day @ Course

Kemarin (15/03) adalah hari pertama aku ikut kursus akuntansi di STAN. Agak deg-degan juga sih... secara aku ini bukan orang yang mudah bersosialisasi .

So, hal pertama yang kulakukan adalah daftar ulang alias menyelesaikan pembayaran kursus. Soalnya waktu itu cuma daftar aja, ga pake bayar apa-apa. Selesai bayar, aku duduk-duduk ditaman (well.. mungkin seharusnya itu taman, karena ada bangku-bangku dari semen yang mengelilingi sebuah pot bunga besar. Sayangnya tanaman yang ada tidak terlalu bagus dan terawat).

Selama duduk-duduk itu, aku belum berani negor siapa-siapa.. soalnya rata-rata disitu udah saling kenal (aku tau kemudian klo mereka rata-rata satu kantor n kursus atas perintah kantor), so aku menyibukkan diri dengan nelpon mas-ku n nelpon travel langganan kantor untuk batalin tiket salah satu temen kerjaku yang lagi tugas. Selesai nelpon, bingung mau ngapain lagi. Akhirnya ya kenalan dengan seorang ce' yang duduk disebelah kananku. Alhamdulillah orangnya ramah, jadi timbullah pd-ku. Oh iya, ce' itu memperkenalkan diri sebagai Ipung. Mbak Ipung ini kursus dengan 2 orang temannya atas perintah kantornya (Peruri).

Sekitar jam 9, satu per satu dari kami mulai memasuk ruangan kelas. Sepertinya sih dari 32 perserta (menurut daftar hadir) lebih dari separuh yang hadir. Dan seperti trade mark Indonesia, yaitu jam karet, begitu pula kursus ini. Dijadwalnya sih.. jam 9 pelajran dimulai. Tapi sayangnya, baru menjelang jam 10 tutornya hadir.

Tentang tutornya, beliau bernama pak Margono, berusia paruh baya. Alhamdulillah cara mengajarnya enak, cepat, tapi tidak terburu-buru. Tiap 1 jam selalu diselingi istirahat selama 10 menit, jadi ga bosan dan jenuh. Apalagi untukku yang sedang dalam kondisi kurang fit hari itu, yang 10 menit itu jadi sangat berharga sekali . Terima kasih Pak Margono.

Jam 12, kita ada break untuk maksi n sholat. Agak susah juga cari makannya, semua tempat penuh, apalagi cuaca yang tidak mendukung. Akhirnya aku, mb Ipung, mb Sari, P' Pri dan satu bapak lg plus 2 orang temannya (aku lupa namanya) makan disalah satu sudut parkiran. Kami yang perempuan memilih bakso (yang sayangnya menurutku tidak terlalu enak) sementara para pria memilih ketoprak. Kita makan ga pake lama, soalnya udah banyak yang ngantri tempat duduk. Ga enak kan diliatin melulu .

Jam 1, pelajaran dimulai lagi. Kali ini tutornya berbeda. Lebih muda (aku lupa namanya). Sayangnya untukku cara mengajarnya tidak se- ok pak Margono (mungkin faktor pengalaman). Untungnya semua yang diajarkan hari ini masih dasar dan aku udah pernah dapet waktu di SMIP dulu. Jadi ga teralalu buta sama pelajarannya.

Anyway.. terlepas dari beberapa kekurangan... kursus hari ini cukup menyenangkan. Semoga semakin hari semakin menyenangkan dan membawa cerita baru dalam pelangiku.

10 Mar 2008

What Will U Do??

What will you do if GOD sent one of HIS angel to see you and let you know that you only have one day left on earth?? Just one more day to life. Not more.. not less..

9 Mar 2008

UNTUK APAKAH UMURKU?

MTSN by Mario Teguh
Malam ini aku menjadi semakin sadar bahwa aku menua, tetapi tetap belum pasti hatiku bahwa aku telah membijak dalam penuaan ini.
Dalam nanar mata hatiku, aku mendengar hatiku sendiri bertanya
untuk apakah keberadaanku,
untuk apakah waktu yang tersedia bagiku,
... untuk apakah umurku?
Sebuah senyum terbentuk di wajahku, yang aku tak tahu untuk apa dan mengapa senyum itu tergurat di pipi-pipi dingin ku.

Kemudian kudengar suara yang dalam,
tetapi yang kedalamannya tidak menenggelamkan,
dan berat, tetapi yang beratnya tidak membebani,
yang bergetar lembut dengan kasih sayang,
yang berkata:
Engkau yang bertanya,
bacalah ini seperti engkau yang aslinya mengatakannya dari dalam hatimu

bahwa aku hidup untuk sesuatu
karena apabila tidak,
maka mengapakah aku selalu bertanya

Akan menjadi apakah aku nanti?

Karena bila aku tidak untuk menjadi apapun
mengapakah aku merasa tertinggal
bahkan saat aku menolak untuk ikut berpacu?

Kelihatannya aku tidak bisa melarikan diri
dari keharusan yang sama dengan semua orang
dan bahkan aku disamakan dengan mereka yang tidak ku kenal dan yang tidak ku pedulikan.

Aku juga disamakan dengan mereka yang ketinggiannya membuatku
bersembunyi dalam bayang-bayang alasanku,

dan aku juga disamakan dengan mereka yang kekayaannya memuakkan aku karena kekayaan itu bukan milikku.

Aku merasa semakin lama semakin harus menjadi petarung di arena yang
tidak ingin aku masuki.

Aku menolak bertanding, aku menolak berlomba.
Aku benar-benar menolak untuk mengambil bagian dalam apa pun,
tetapi mereka tetap menjadikanku pencundang dalam pertarungan yang
tidak aku tarungi.
Aku tidak mau ikut, tetapi mereka tetap memperlakukanku seperti aku tertinggal.

Apakah mereka memintaku untuk menerima hukum yang mereka tetapkan
bahwa aku harus terlibat,
bahwa aku harus bertarung, harus berlomba,
meskipun aku menolak untuk terlibat di dalam semua itu?

Apakah mereka tidak melihat bahwa aku tidak tertarik untuk memenangkan
salah satu atau apa pun dari yang mereka perebutkan?

Tetapi mereka tidak perduli.
Aku tetap disertakan dalam pertandingan mereka, dalam pertarungan
mereka, dan dalam perlombaan mereka.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan uang yang mereka perebutkan,
tetapi mereka tetap menghukumku dengan kehidupan yang terbatasi karena aku tidak punya uang.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan perlombaan ketinggian yang mereka upayakan pencapaiannya,
tetapi mereka tetap menghukumku karena aku lemah dan tidak berwenang.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan kebenaran di atas kemungkaran
yang ribut mereka pertarungkan,
tetapi mereka tetap menghukumku karena aku tidak pernah tahu apakah
aku ini benar atau kapan aku salah.

Dalam perasaan menyerah seperti ini, reka-reka pikiran dan hatiku
seolah berceramah di telingaku yang menolak mendengar.

Tetapi pikiran dan hati ini tetap berbicara, bahwa

Aku tidak bisa lepas dari keharusan untuk menjadi pemain dalam permainan dunia,
aku tidak bisa lari dari keharusan untuk menjadi pelomba dalam
perlombaan dunia,
dan aku tidak bisa mengabaikan peranku sebagai petarung dalam
memenangkan yang benar.

Sekarang,

perlahan aku mulai mengerti, bahwa
Tidak terlibat dan tidak melibatkan diri dalam kehidupan ini adalah keputusan untuk dilibatkan dalam tingkat-tingkat yang rendah
dan yang dilemahkan.


Apakah ini yang selama ini menjadikanku terpinggirkan?

dan ... dalam upayaku untuk bertahan

aku bertanya, karena
Bertanya adalah pertahanan terakhir bagi orang yang tidak dapat melawan.

Tetapi pertanyaanku tidak terjawab,
karena itulah jawaban kehidupan bagi jiwa yang hanya bertanya.

Sehingga ...

aku tidak lagi dapat melawan aturan keterlibatan dalam kehidupan ini

dan aku juga jadi mengerti
bahwa kehidupan ini tidak akan juga mau mengerti bila aku menyerah.

Bagi kehidupan, penyerahanku adalah pengumuman untuk terlibat dalam kehidupan ini di dalam kelas-kelas yang lemah dan sulit.

Hidup ini …

Tidak terlibat pun, aku tetap diperlakukan seperti petarung.
Tidak melawan pun, aku tetap dikalahkan.
Bila akhirnya aku menyerah pun, aku tetap dilumatkan.

Sekarang ...

Aku kebingungan
untuk menemukan cara,
untuk mulai menemukan kekuatan untuk melawan.

Tetapi kemudian ternyata
Cara memenangkan kehidupan ini adalah dengan melibatkan diri dengan kekuatan penuh.

Karena telah terbukti

Bila aku tidak terlibat, aku dilibatkan.
Dan bila aku lemah, aku dilemahkan.

Mungkin bila aku sedikit lebih kuat, aku akan diperlakukan seperti
yang sedikit lebih kuat.

Dan … siapa tahu, kalau aku terlibat dengan kekuatan yang lebih, aku akan
dilibatkan dalam pertandingan bagi mereka yang kuat.

… aku jadi mengerti, ternyata
Kemenangan pertama dalam kehidupan ini adalah ketegasan untuk
memutuskan terlibat dalam kehidupan dengan sebaik-baiknya diriku.

Bila aku menguatkan diriku, aku terhitung sebagai petanding dalam
kelas yang kuat.
Bila aku memberanikan diriku, aku terhitung sebagai petarung dalam
pertarungan bagi mereka yang berani.
Bila aku memandaikan diriku, aku akan terhitung sebagai kontestan
dalam lomba bagi mereka yang pandai
Dan bila aku mendamaikan diriku, aku akan terhitung sebagai pribadi
yang telah jadi.

… dan dalam damai hati ku ini ...

perlahan aku menyaksikan bagaimana kehidupan berlaku lebih hormat kepadaku.

Sekarang aku mengerti.

Untuk apa umurku.

Untuk hidup dalam sekuat-kuatnya kehidupan.
Untuk hidup dalam sebesar-besarnya kehidupan.
Untuk hidup dalam setinggi-tingginya kehidupan.
Dan ...
Untuk mengutuhkan kehidupan menjadi kehidupan yang damai.

Sekarang …

lebih lengkap pengertianku tentang kekayaan.

Aku kaya bila aku kuat, sehingga kekuatanku berlebih dan menjadi
tenaga bagi mereka yang sedang lemah.

Aku kaya bila aku besar, sehingga kewenanganku memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan kepada saudaraku.

Aku kaya bila aku tinggi, sehingga nilai-nilai yang diajarkan
kehidupan kepadaku dapat menyejukkan bagi saudaraku yang sedang gerah,
mendamaikan bagi saudaraku yang gelisah,
membukakan jalan bagi saudaraku yang merasa buntu,
dan menerangi bagi saudaraku yang perjalanannya sedang kelam dan pekat.

Dan aku menjadi sekaya-kayanya diriku – saat aku menjadi damai dalam
upayaku menjadi penguat, menjadi pelindung, dan menjadi pengangkat
bagi semua petarung dalam kehidupan ini – baik yang bertarung atau
yang tidak, dan terutama bagi aku sendiri.

Karena ...

Aku adalah petarung pertama yang kemenangannya penting bagi semua petarung yang kemenangannya penting bagiku.

Engkau semua adalah saudaraku.
Maka kemenanganmu adalah kemenanganku.

Sekarang aku tahu untuk apa umurku.

Umurku adalah untuk memenangkanmu.