21 Sep 2008

Tragedi Zakat, haruskah??

Siang menjelang sore tadi, Nda nonton tv. Berhubung rasanya ga ada yang menarik, jadilah Nda pencet-pencet remote yang ga jelas. Sampai akhirnya menemukan acara SILET. Bukan yang berita artis lho, tapi yang JERITAN. Tadi itu topiknya adalah Zakat Maut. Serem ya judulnya????? Dan memang agak menyeramkan isinya. Hmmm.. lebih tepatnya sih memilukan. Nda memang sudah baca berita itu di koran beberapa hari yang lalu. Melihatnya di tv, itu sungguh pengalaman lain. Apalagi di tv di tayangkan dengan jelas bagaimana orang yang mayoritas Ibu-ibu itu berdesakan diluar pagar. Bagaimana mereka diidorong, disikut, sampai akhirnya ada yang terjatuh dan terinjak-injak oleh sesamanya. Bahkan ditayangkan pula para korban yang kehilangan nyawanya. Mereka digeletakkan di ubin dengan kain yang mengikat kedua tangannya di dada. Berjejer di ubin dingin, mengunggu sanak saudara untuk mengenali dan menjemput mereka yang sudah tak bernyawa, hanya demi uang zakat sebesar 30ribu rupiah.

Nda tidak mengecilkan nilai zakat yang dibagikan. Bukan itu. Seratus rupiah pun patut kita hargai dan syukuri. Apalagi di zaman sekarang, yang serupiah pun sangat berharga. Hanya saja, semurah itukah nyawa manusia saat ini? Sejumlah 3 lembar uang sepuluh ribuan???? Tidak adakah cara lain yang lebih aman dan manusiawi untuk membagikan zakat?? Cara yang bisa membuat orang miskin merasa dihargai. Bukankah diseantero negri ini ada banyak sekali badan/organisasi yang dapat dipercaya untuk menyalurkan zakat.

Dalam pikiran sederhana Nda selama ini, Ramadhan adalah bulan istimewa dimana kita bisa berbagi. Bukan berarti bulan lain tidak bisa berbagi, tapi hanya dalam Ramadhan kita bisa benar-benar mengerti arti lapar dan haus. Lalu jika bulannya sudah istimewa, mengapa kita tidak berlaku istimewa juga. Tidak hanya kepada BELIAU yang menjanjikan pahala bagi kita. Tapi juga kepada saudara-saudara yang tidak seberuntung kita. Bukankah melalui mereka pahala itu dijanjikan. Lalu mengapa menyusahkan mereka??? Sungguh Nda tidak habis pikir.

Sekarang... apa yang terjadi pada keluarga yang ditinggalkan?? Mereka yang mungkin telah berharap banyak melalui kepergian ibu-nya untuk mencari uang tambahan, kini malah mendapati kabar buruk.

Apakah ini arti Ramadhan???
Apakah ini arti berbagi melalui zakat???

Jika tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, apakah tangan yang terulur dalam tragedi ini masih bisa dikatakan lebih baik????

Ya Rabb.. sungguh aku berlindung pada-MU dari kemungkinan menzalimi saudara ku.







17 Sep 2008

Resolusi Hari Ini

Kemarin itu adalah hari yang sungguh tidak mengenakkan untuk Nda. Kenapa gitu??? Coz kemarin ada meeting dengan orang cabang dan selama ini meeting itu adalah hal paling menyiksa buat Nda.

Nda itu bukan orang yang bisa banyak bicara, bukan orang yang bisa basa-basi, bukan orang supel. Nda tau itu dan sudah berjuang untuk itu. Bos Nda yang kedua tau itu dan dia tidak menyepelekan atau mengabaikan Nda karena itu. Dia malah berusaha memberi Nda tugas yang mengharuskan Nda bertemu dan bicara dengan orang lain. Apalagi dia itu super sibuk diperusahaan dan di beberapa organisasi. Nda merasa mulai membaik. Sayangnya disini, Nda merasa tidak dibimbing, kemudian agak diremehkan karena kondisi Nda yang berjilbab. Sedikit banyak ada kata-kata dan perlakuan bos Nda yang menyakitkan sehubungan dengan itu. Dan meeting adalah salah satu ajang dimana Nda merasa diabaikan, dijatuhkan, dan banyak hal tidak menyenangkan lainnya.

Sebelumnya, perlakuan itu membuat Nda merasa tidak ada gunanya lagi berlaku dan bertindak baik. Toh selalu salah. Tapi tafakur semalam dan obrolan dengan sahabat Nda menyadarkan bahwa pada akhirnya semua hal yang terjadi bukan lagi menjadi urusan Nda dengan orang lain, tapi menjadi urusan Nda dengan Tuhan (kurang lebih begitu menurut Mother Theresa). Karna penilai terbaik, hakim teradil adalah BELIAU, dan bukan orang lain. Bagaimana Nda mempertanggung jawabkan semuanya nanti?? Bahwa Nda mengabaikan kemampuan yang BELIAU berikan.

Jadi resolusi hari ini adalah membangun lagi semangat untuk memberikan yang terbaik dari diri ini. Sehingga tidak ada penyesalan. Sehingga mungkin saja dengan begitu, BELIAU mau berbelas kasih memindahkan Nda dari lokasi, situasi dan kondisi tidak menyenangkan ini.

Semoga..


15 Sep 2008

Ngantuk

Asli deh sekarang ini Nda ngantuk banget.
Jadi ceritanya tuh, kemarin nemenin bunda pergi sampai sore. Sampai rumah langsung buka kompie, mau liat blog Nda yang dah dimodifikasi sama MyPooh. Ternyata jadi banyak macemnya. Warnanya juga berubah jadi hijau dan hitam (cowok banget deh.. simpel juga. I like it).

Pas waktunya buka, Nda udahan dulu, tapi ga dimatiin kompienya. Buka puasa.. sholat... eh sempet ketiduran selama setengah jam-an deh. Lumayaaann. Abis tu mandi.. n balik lagi ke depan kompie coz ternyata waktu ketiduran tadi, ada telp dari Mas Hendra. N pas Nda tanya ada apa, dia telp. Ngabarin klo besok musti nyiapin invoice Protelindo M8. Alhamdulillah Nda kan selalu punya back up di flash disk, ya udah, sambil ngerjain aja.

Ngerjainnya sambil chat sama Teh Fenny n MyPooh. Jam 00.00 an baru matiin kompie n langsung masuk kamar. Telponan sebentar trus baru bobo.

Nahhh berhubung yang biasa bangunin sahur lagi ada kerjaan bongkar mobil n sahur diluar, alhasil yang dirumah bablas semua ga ada yang sahur .

Hehehe.. apa hubungannya yaa ga sahur sama ngantuk . Harusnya kan ga sahur laper yaa.. bukannya ngantuk. Tapi mo gimana donk, emang yang dirasain sekarang ngantuk. Mungkin ngantuknya ini akumulasi dari malam-malam sebelumnya yaaaa..

Biasa deehhhh.. Nda lagi kumat ga bisa bobo'nya. Alhamdulillah juga sih, jadi kan bisa ibadah malem. Tapi klo dah 3 hari bobo malem or even menjelang pagi.. berasa juga ya ngantuknya. :D

Ada saran?? Supaya Nda bisa bobo cepet????

14 Sep 2008

Kejutan Menyenangkan

:-)

Life is Beautiful!! And off course, full of surprises. Just like 2day.

Hmm.. tadi Nda dapet sms dari MyPooh ... isinya sih singkat banget, cuma nanya apa Nda udah cek blog. Ups.. baru inget klo semalem dia bilang lagi ngota-atik blog-ku.

So, begitu pulang dari nganter bunda.. langsung aja deh buka blog. Ternyataa........salah satu blog Nda sudah berganti warna. Kali ini blog Nda berwarna hijau. Sejuuuuuuuuuuk banget deh. Plus ada beberapa tambahan. Heheheh.. secara biasanya itu blog minimalis banget ( :D maklumlah.... Nda itu kan gaptek).

Makasih yaaaaa Honey ^_^

Kabar Sedih

Hari Jum'at Nda dapet kabar sedih dari Mba Hilda.. one of my sis di GN. Jadi ceritanya, Jum'at malem tuh dia telp, karna telp Nda rada eror, jadi ga bisa masuk, akhirnya dia sms minta di telp, katanya URGENT.

Ya sudah.. Nda telp balik. Eh ternyata dia . Nah.. karna ngomonya sambil , Nda kan ga ngerti ya. Nda cuma denger kata Ki.. dan sama Bapak. Daripada makin ngaco, Nda suruh aja dia puasin nangis dulu. Nti klo dah tenang baru deh terusin ceritanya.

After few minutes, akhirnya dia bisa bicara dengan lebih jelas. Dan tahulah Nda klo ada 2 orang anak GN yang di terminate sama Bapak. Sungguh berita yang mengejutkan Apalagi salah satunya, bisa dibilang sebagai orang bawaan Bapak. Yang dipercaya Bapak. Bahkan ketika adik ipar Bapak yang juga Kadiv di GN sakit dan harus operasi jantung, 2 orang itulah yang membantu menjaga dan mengurus keperluannya.

Nda tanya sama Mba Hilda, kesalahan apa yang mereka berdua buat sampai tidak ada lagi toleransi. Sehingga 2 minggu menjelang Hari Raya ini, mereka harus kehilangan mata pencahariannya. Sayangnya Mbak Hilda tidak bisa punya jawabannya. Yang ada hanya dugaan-dugaan.

Apapun alasannya, sungguh Nda bersedih untuk keduanya. Apalagi salah satu diantara mereka sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri cantik di Jogja sana. Tak terbayang apa yang harus dia katakan kepada keluarganya.

Mbak Hilda bilang, apa Nda mau kalau misalnya minggu depan kita adakan buka bersama. Yahh semacam reuni kecil. Nda bilang ga masalah. Mungkin nanti kita bisa saling menguatkan.

Mas-mas yang baik.. Nda cuma bisa bilang sabar yaa..
Pasti ada sesuatu yang sedang BELIAU siapkan untuk kalian berdua. Yakinlah!!.

Dan untukku, yang tau bagaimana dedikasi mereka di kantor itu (paling tidak selama aku mengenal mereka disana dulu), kejadian ini mengiatkanku bahwa tidak ada yang kekal didunia ini. Bahwa hidup menyediakan sejuta kejutan. Dan yang terpenting bahwa Cukuplah Allah sebagai penolong.