18 Nov 2011

Home Again

Huaaa!!
Setelah seminggu ngantor di kampung orang... akhirnya hari ini balik juga ke Jakarta.
Senang... senang... senang...

^__^

8 Nov 2011

{Jangan} Malu Bertanya

Inget ga sama pepatah Malu Bertanya Sesat Dijalan?
Pasti masih dunk. Klo menurut Wikiquote, pepatah ini artinya adalah Segan bertanya berarti kita akan rugi sendiri karena persoalan yang dihadapi tidak ditemukan jalan keluarnya. 

From here
Bingung juga sih sebenernya, kenapa ada orang yang malu bertanya cuma karna takut dibilang bodoh. Atau mungkin merasa bahwa dengan titel atau jabatan yang tersemat di dirinya, maka kurang pantaslah jika bertanya kepada orang yang berada 'dibawahnya'.

Bagaimana jika rasa malu dan kurang pantas itu pada akhirnya malah berakibat mempermalukan diri sendiri??? Apa masih akan berkeras hati untuk tidak bertanya?? Apa mahluk bernama ego sebegitu berharganya untuk terus dipertahankan bahkan jika ego itulah yang akan membuatmu tersesat?!? Membuatmu malah ditertawakan oleh orang lain persis ketika kau takut ditertawakan orangmu sendiri.

Malu Bertanya Sesat Dijalan.
Mungkin ia hanya pepatah yang diciptakan masa silam. Yang mencipta pun mungkin sudah tidak lagi ada. Tapi bukan berarti ia tak lagi berarti.









7 Nov 2011

Kasihan, tapi...

Bagaimana perasaanmu kalau kamu tau bahwa akan ada orang di divisimu yang akan di berhentikan. Tepatnya tidak diperpanjang masa kerjanya, tepat setelah masa percobaan 3 bulannya selesai. Bahkan sebenarnya Kepala Divisimu akan membehentikan dia, sebelum masa percobaannya selesai. Kamu, dan yang lain tau, tapi dia tidak. Kasihan pastinya kan?

Tapi bagaimana jika yang satu orang itu, yang belum lama bergabung itu, hmmm.. apa ya..?? Mengacaukan hubungan kerja yang sudah (mulai) terjalin baik di divisi kalian itu. Apa masih kasian??

Well.. saya masih. Bagaimanapun, pasti akan kasihan melihat orang (seorang kepala keluarga) kehilangan pekerjaannya. Apalagi disaat orang itu sudah merasa teramat sangat yakin bahwa dia akan menjadi bagian dari perusahaan dalam kurun waktu yang lama. Melihat dia sudah mengumbar omongan bahwa dia akan melakukan ini dan itu bahkan sudah memiliki rencana 5 tahun (seperti repelita yang dimiliki negara ini bertahun lalu). Ironisnya, segala rencana besarnya itu hanya berupa kata-kata karna pada kesehariannya yang kami (saya) saksikan adalah dia duduk dimejanya, menghadapi komputernya, dan sedikit sekali melakukan interaksi dengan sekitar bahkan untuk pekerjaannya. Dari interaksi yang sangat sedikit itu, sebagian besar malah membuat orang lain sebel, bt, merasa tidak dihargai bahkan diremehkan. Lalu bagaimana dia akan dapat mencapai rencana-rencana yang katanya demi kepentingan bersama itu??

Saya masih merasa kasihan. Tidak hanya untuknya, tapi juga untuk keluarganya. Bagaimana istri dan anaknya menghadapi ini? Bagaimana dia menghadapi ini? Tapi saya juga tidak bisa memungkiri bahwa sisi lain diri saya tidak berkeberatan. Tega? Kejam? Mungkin. Walaupun bukan saya yang memutuskan untuk memecat dia. 
Saya hanya merasa bahwa lebih baik kehilangan (mengorbankan) satu orang, daripada banyak orang. I mean.. kalau dia bermasalah dengan satu orang, misalkan saya. Maka kemungkinannya 50-50. Saya atau dia yang bemasalah. Nah kalau dia bermasalah  dengan hampir semua orang di divisi ini bahkan di klien, maka kemungkinan besarnya kan memang dia yang kurang cocok disini.

Apa sudah diingatkan?? Setau saya sudah. Paling ga, saya tau sekali bahwa sebagai adminnya, saya sudah mengingatkan. Saya toh tidak bisa mengingatkan dia terus menerus. 'Dia yang lebih tua, lebih berpengalaman, lebih pandai, dan lebih-lebih lainnya.


1 Nov 2011

Welcoming November

Hai!
It's November now.

November saya diawali dengan kesiangan akibat tidur pagi >.<
Apa saya ngedumel karna kesiangan?? Nope. Hari ini saya memutuskan untuk menikmati kesiangan saya. Hari ini saya ga mau gedubrak-gedubruk pengen mengejar waktu. Karna toh waktu selalu berada di depan saya. Bahkan saat saya ga kesiangan sekalipun. 

Mandi, ganti baju, beresin tas, sarapan, semua saya lakukan dengan kecepatan sama seperti kalau saya ga kesiangan. Like I said, yang sudah terjadi.. terjadilah. Berhubung si adek lagi ga dirumah, jadi ga ada yang anter saya ke stasiun. Alhasil saya jalan kaki sampai bertemu tukang ojek atau angkot. Gak deh, klo jalan sampe stasiun. Hehehe.

Baru sadar, udah jarang banget saya jalan kaki sambil 'bicara' pada Allah. Yup. Saya punya kebiasaan aneh dalam berkomunikasi denganNYA. Entah ya, buat saya, berdoa atau berzikir setelah sholat bukanlah satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan ALLAH. Ada banyak sekali cara.

Di waktu lalu, saya sering meluangkan waktu untuk berjalan kaki saat pergi dan pulang kerja. Dalam perjalanan itu, sambil melihat sekeliling, saya berusaha berkomunikasi dengan cara saya. Saya berterima kasih, bertanya, selayaknya saya berbincang. Memang sih... terlihat seperti orang yang 'kurang'. Gimana engga, lha wong saya komat-kamit sendiri. Tapiiii jurus jitu saya adalah...pasang headset, jadi klo orang liat saya komat-kamit, mereka pikir saya lagi nyanyi. Terutama klo pagi. Klo malam kan jalanan cukup sepi dan kurang terang. 

Saya ga tau ya.. apa ada orang yang berlaku macam saya, diluar sana. Even.. gpp juga klo ga ada. Karna saya adalah saya. 

from here

Kembali ke kebiasaan itu. Memang saya tidak akan langsung mendengar jawabannya, karna kalau Allah tiba-tiba langsung menjawab seperti yang terjadi dalam film 'Conversation with GOD' (yang saya tonton bertahun lalu) kemungkinan besarnya adalah saya akan pingsan saat itu juga. So, jawaban bahkan tanggapan Allah tidak langsung tersedia saat itu juga. Butuh beberapa kali jalan kaki sampai akhirnya saya menemukan jawabannya. Atau mungkin, sebenarnya jawaban itu sudah ada, hanya saja, saya berjalan terlalu cepat, sehingga melewatinya. Karna jawabanNYA datang melalui pertanda, melalui keraguan dalam hati, melalui keyakinan dalam jiwa. Karna jawabannya, datang dalam senyum, dalam tawa. Karna jawabannya, datang bagi mereka yang tak lelah mencari. Tidak hanya mencari, tapi memperhatikan dan mengambil pelajaran dalam pencariannya. 

Loohh.. kok malah ngelantur ya saya. Ckckckckck..... mungkin ini efek belum ngopi >.<

Eniwei... Selamat datang November...
Semoga ceriamu membawa ceria bagi hari-hariku ^__~