3 May 2009

Tanggal ini, 2 tahun lalu

Di tanggal ini, 2 tahun yang lalu, seorang kakak memberikan hadiah untukku. Hadiah yang sederhana, namun sarat makna. Sayangnya, hiruk pikuk dunia secara fisik, membuatku melupakannya. Tertimbun, dan tenggelam oleh banyaknya hal yang terjadi. Padahal, jika saja Nda membawa hadiah itu dalam setiap langkah, rasanya, semua akan mudah untuk dilalui.

Maka hari ini, ditanggal yang sama, Nda mencoba meresapi kembali pesan itu. Semoga kali ini, tidak akan terlupakan lagi.

Untuknya, Nda sampaikan terima kasih, atas semua perhatian dan sayang yang selama ini telah diberikan. Semoga Allah SWT melipat gandakan semua kebaikan yang telah kakak berikan untuk Nda.

Hmm.. tulisan ini hanya Nda potong di kalimat pembuka dan penutupnya. Yang lainnya sih, benar-benar apa yang disampaikan si kakak untuk Nda.


Assalamu'alaikum Wr.Wb

Berliku kususuri lorong ini
Terang dan gelap silih berganti
menemani perjalanan ini
Bantulan dengan do'a, lapang dada serta ikhlas dalam keimanan
Agar luruh semua asa yang ada dan tak padam semangat yang menggelora
Duhai jiwa, akhirnya kutemukan ruang pertama
Ijinkan aku masuk dan menebar cinta

Ukhti yang dikasihi Allah..........
Subhanallah tanpa terasa bertambah sudah usiamu kini. Tak ada salahnya bila menoleh ke belakang, melihat gambaran hari-hari selalu saja ada gelisah. Ada saat kita tertawa, ada saat kita menangis, ada saat kita tersenyum, ada kalanya kita jatuh saat tersandung kerikil. Namun kita masih tegar seperti roda yang selalu berputar, kadang kita hidup di atas, di lain waktu kita berpindah ke bawah. Ibarat air laut kadang pasng naik, kadang pasang surut, kadang gelombangnya bergulung-gulung, kadang ia berubah sangat tenang, bisa jadi itu hanya rutinitas tak berarti bila kita memang tak bisa mencari arti dibalik semua itu.

Lalu apa arti dibalik itu semua ?

Ternyata banyak sekali. Walaupun terkadang sulit bagi kita untuk mengetahui dan memahaminya. Namun, yang paling mendasar dari itu semua adalah bahwa di balik segala rutinitas itu ada hubungan istimewa antara kita dengan Allah. antara hamba dengan Sang Pencipta-Nya. Bahwa ternyata kita sangat lemah dan Allah sangat maha perkasa. Bahwa kita memerlukan pertolongannya sedang Allah tak perlu sedikitpun kepada kebaikan kita. Tak ada ruang kehidupan yang bisa lepas dari kekuasaan Allah. Tak ada makhluk yang bisa lepas dari bergantung kepada kepada Allah, tidak juga manusia.

Ukhti........
Kita tak pernah tahu rahasia dibalik skenario yang telah Allah gariskan untuk diri kita. Kehidupan, kematian, jodoh, rezeki telah Allah tentukan bagi setiap makhluk-Nya. Tak ada yang dapat menggugatnya. kita hanya dituntut untuk berusaha dan berdo'a. Senantiasa sabat dan penuh keikhlasan. Baik sabar ketika kita melakukan ketaatan, sabar meninggalkan dan menjauhi maksiat serta sabar ketika mendapat kenikmatan. Sulit memang, tapi dibalik itu semua pahala Allah telah menanti. Karena kesabaran bukanlah bakat individu, tetapi ia perlu ditumbuhkan dan dipelihara. Dan semoga Allah senantiasa melipatgandakan kesabaran kita.

Yakin bahwa pertolongan Allah itu pasti datang. Walaupun terkadang tidak selalu sama dengan yang kita harapkan, bahkan sebaliknya. Tapi pastikan, bahwa itu adalah awal dari sesuatu yang baik, bukankah Allah maha tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba_Nya ?

Am lil insaani maa tamanna ?
" Apa manusia akan mendapat segala yang diinginkannya ?

Ukhti yang manis.......
Dimensi ruang dan waktu diperuntukkan bagi mereka yang tak pernah mengenal kata putus asa. Segala rintangan dan cobaan adalah sunatullah yang harus dijalani. Bahkan kegetiran demi kegetiran hidup yang terjadi hendaknya mengantarkan kita untuk semakin dekat kepada_nya. Semakin membuat diri kita terdorong untuk belajar memahami Islam lebih dalam, dan bertekad untuk menjadi muslim/ah yang kaffah. Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekat, betapa Allah sedang mencurahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang shalih, istiqomah, dan ridho kepada-Nya. Kesadaran, kesederhanaan dan kepasrahan bahwa penderitaan tidak harus dibenci dan dicaci. Yakin bahwa selalu ada hikmah dibalik segalanya. Selalu ada kekuasaan Allah dibalik segala peristiwa. Disitulah justru makin mengasah kesadaran dan ketabahan kita. Sesungguhnya, dibalik takdir yang telah Allah gariskan pasti dia bukakan pintu kesempatan.
Ya.................Kesempatan untuk menjadi lebih baik
Kesempatan untuk mengenal Allah lebih luas
Kesempatan untuk menggapai hidayah-Nya

Ukhti yang dikasihi Allah...................
Allah terkadang punya skenario yang unik yang Allah rancang untuk hamba-hamba-Nya. Subhanallah Allah pula yang berkehendak mempertemukan kita di " dunia maya " dengan cara-cara dan maksud yang dikehendaki-Nya pula. Begitu pula dengan saya ukhti, dipertemukan dengan orang-orang dan teman-teman yang seakidah. Bertemu di jalan Allah, saling mengasihi karena Allah, dalam rangka taat kepada_nya dan berjihad di jalan-Nya. Ya.......karena hanya aqidah sebagai ikatan paling kuat dan paling mulia. Serta ukhuwah fillah adalah ikatan iman yang tegak atas pedoman Allah.

Ukhti yang sholeh.......
Hanya untaian doa ini yang dapat Kakak panjatkan :

" Ya Allah, perbaikilah agama kami yang merupakan penjaga urusan kami, perbaikilah dunia kami yang merupakan tempat hidup kami, perbaikilah akhirat kami yang merupakan tempat kembali kami. Dan jadikan hidup ini tambahan bagi kami setiap kebaikan, serta jadikan kematian sebagai istirahat bagi kami dari setiap kejahatan ".
" Ya Allah, kami mohon kepada_Mu teguh dalam segala urusan, bersungguh-sunggu di atas petunjuk. Kami mohhon kepada_mu kebajikan yang Engkau ketahui, kami berlindung kepada_mu dari kejahatan yang Engkau ketahui dan kami mohon ampun kepada_Mu terhadap apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang Ghaib ".
" Ya Allah, Engkau membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas Dien-Mu. Ya Allah, Engkau yang mengubah-ngubah hati ubahkanlah hati kami atas ketaatan kepada-Mu."
" Ya Allah, dengan pengetahuanMu akan yang ghaib dan kemampuan_mu dalam menciptakan, hidupkan kami selama kamu tahu bahwa kehidupan itu lebih baik bagi kami, dan wafatkan kami selama kamu tahu bahwa wafat itu lebih baik bagi kami.Ya Allah, kami mohon kepada-Mu rasa takut kepada_mu di waktu sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dan kami mohon kepada_mu dapat berkata yang benar di waktu sedang rela dan marah ,sederhana di waktu kaya dan miskin dan kesenangan yang tidak ada putusnya. Kami mohon kepada-Mu rela menerima setelah takdirmu yang telah terjadi, kehidupan yang enak setelah kematian, dan lezatnya melihat wajahmu dan kerinduan kepada perjumpaan_Mu, tanpa bahaya dan membahayakan dari fitnah yang menyesatkan. Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan keimanan dan jadikanlah kami orang-orang yang memberi petunjuk yang telah mendapat petunjuk ".
" Ya Allah, telah engkau pertemukan kami dalam naungan_Mu maka jadikanlah persaudaraan ini senantiasa abadi. Dan jadikanlah kami bertemu di jalan_mu, orang-orang yang mengasihi karena_Mu, dalam rangka ketaatan di jalan_mu menegakkan Dien ini dengan berjihad di jalan_mu ".
" Ya Allah semaikanlah rasa sayang diantara kami, suburkanlah dan pelihara kami dalamr angka cinta kasih-Mu. Bantu kami hanya menyemai cinta untuk_Mu saja Ya Waduud ".

Bener kan Nda bilang?! Bermakna banget hadiahnya. Hmm.. hadiah tanggal dan bulan lahir pertama dan terakhir dari si Kakak. Once again... thank you Sis. May Allah Bless You Always.

28 Apr 2009

Syukur Hari Ini

Allah yang PEMURAH.....
Terima kasih tak terkira ku persembahkan padaMu pada hari ini.
Untuk keluarga yang baik dan sehat;
Untuk pekerjaan yang cukup menyibukkan;
Untuk Kepala Divisi yang kurang mengerti kondisi kami, anak buahnya (well, @ least kondisi kami ber-4);
Untuk salah satu klien yang sedikit menyusahkan;
Untuk project-project baru, baru yang sudah maupun yang belum turun PO-nya;
Untuk beberapa masalah yang ENGKAU cobakan kepadaku, sehingga aku bisa mengerti, memahami dan tidak hanya sekedar bersimpati pada masalah orang lain;
Untuk sahabat yang sangat baik;
Untuk komunitas yang menguatkan;
Untuk kisah cinta yang belum berakhir bahagia;
Untuk...
Untuk...
Untuk...

Ahh Allah, sungguh aku bersyukur dan berterima kasih atas semua bukti kasihmu padaku.

24 Apr 2009

Hiks.... Sedihnya Ditolak

Hari ini adalah hari yang udah Nda tunggu-tunggu sejak 3 bulan yang lalu. Begitu masuk bulan April, Nda berharap, berdoa bahkan memohon untuk bisa melakukan hal ini lagi seperti 3 bulan lalu. Hmmm.. tepatnya seperti 23 Januari 2009.

Sempet deg-degan juga sihhh, takutnya tamu itu datang hari ini. Klo datang kan, bisa ga jadi tuh. Bisa BATAL..TAL..TAL.. dan musti tunggu 3 bulan lagi (iya klo masih punya umur). So.. waktu siang ini (tepatnya sampe sebelum jum'atan) si tamu ga dateng, Nda sueneeeeeeeeeng banget. Legaaaaa banget. Happy lah pokoknya.

Abis para pria pulang jum'atan, Nda minta anter mas Tarso (OB Kantor) untuk anterin Nda ke Pangpol. Mas Tarso drop Nda di sebrang jalan coz puterannya kan jauh. Daripada ikutan muter, kan mendingan Nda nyebrang aja, nti dia tungguin di parkiran.

Begitu sampe di resepsionis, ternyata ada lebih dari 1 orang yang daftar dan isi form. 'Hmmmm.. bakalan antri nih' pikir Nda. Tapi gpp lah. Worth banget kok. Selesai isi form, langsung aja Nda kedalem. Bener kan.. lumayan juga antrian di dalem. Ehhh ternyata, ada 2 orang perempuan di depan Nda yang batalin niatnya, bahkan sebelum ketemu si petugas. Nda sih ga tau kenapa. Kemungkinan terbesarnya sih karna takut.

Ahh..akhirnya tiba juga giliran Nda. Senangnyaaa!!!! Setelah melalui tanya jawab yang ga sampe 3 menit itu (hehehe.. kayak masak mi instan ya, 3 menit :D), akhirnya sampailah Nda pada proses selanjutnya. Pemeriksaan.

Dan disinilah Nda mengalami rasa sakitnya ditolak. Asli deh sediiiiiiih banget.

Pertama, sedih karna hari ini adalah hari yang udah Nda tunggu-tunggu. Yang kedua, sedih karena alasan Nda ditolak itu adalah kurangnya nilai yang Nda punya. Dan kurangnya itu dikiiiiiiiiiiiiiiiit banget. Cuma 0.1 poin ajah. Gimana ga nyesek tuh!!!

Jadiiiiiiiiiii........ untuk bisa mendonorkan darah itu, jumlah or kadar Hb minimalnya tuh 12.5 sementara hasil pemeriksaan Nda (prosesnya adalah jari tangan diusap dengan kapas beralkohol, trus seperti disayat dengan alat kecil. Rasanya ya seperti keiris cutter. Namanya disayat pasti kan berdarah. Nah, darahnya itu ditetesin kesebuah alat digital yang nantinya mengeluarkan angka -kadar hb- kita) adalah 12.4. Dan menurut petugasnya, itu berarti Nda ga boleh donor.

Hiks :( ... Asli deh Nda sedih banget. Itu kan berarti harus nunggu 3 bulan lagi baru bisa donor. Ga nyangka deh, akan mengalami penolakan gini. Apalagi waktu Januari Nda donor, darah yang diambil malah lebih banyak dari biasanya, menggunakan takaran yang biasa untuk para pria. Jadi tuh Nda bayanginnya bisa nyumbang sebanyak itu lagi. Ternyataa....

Ahhh.. ya sudahlah. Like they said: Manusia berencana tapi Tuhan yang memutuskan. Sekarang doanya nih, semoga dalam waktu dekat ini ada acara donor disekitar Nda. Entah itu disekitar rumah atau sekitar kantor, jadi kan ga usah nunggu 3 bulan lagi.

So guys... klo ada acara donor di seputar Jakarta Selatan, please inform me ya. Makasiiihhh.

8 Apr 2009

Berikan Pelayanan Sebaik Mungkin

Tulisan ini Nda dapet dari Pak Samuel Gunawan, salah sahabat di MTSC. Pak Samuel ini rajin sekali menulis di FB-nya, dan kemudian mensharingkannya dengan yang lainnya. Dan sudah beberapa kali Nda di tag oleh Pak Samuel.

Untuk Nda, tulisannya tidak terlalu berat namun tetap berisi. Dalam beberapa kesempatan, tulisannya seakan menjawab gundah yang sedang Nda rasakan. Seperti tulisan ini. Nda dapat tulisan ini, waktu sedang merasa ketidaknyamanan di kantor. I believe that there's nothing such as coincidence.

Be my guest to Enjoy, Apply and Absorb this notes ^_^

Berikan Pelayanan Sebaik Mungkin

Ceritakanlah kebaikan-kebaikan dan pelayanan
yang diberikan oleh salah seorang sahabat kita
baik yang ditujukan kepada kita maupun
kepada sahabat kita yang lainnya,
dengan maksud agar kita masing-masing
boleh belajar ‘mempersembahkan’
perbuatan-perbuatan baik kepada-Nya
dan sesama kita melalui profesi kita.

Memberikan pertolongan berupa pemeriksaan
dan pengobatan medis yang baik kepada pasien,
adalah perbuatan sosial dan tantangan
perbuatan baik yang sudah sewajarnya
diberikan oleh seorang dokter atau paramedis.
Akan tetapi sebagai ‘anak Tuhan’ yang melayani,
dokter atau paramedis juga bisa memberikan
pertolongan yang lebih dari itu.

Manusia sebenarnya diberi ‘kekayaan’ dengan banyak hal
yang dapat dinyatakan dan hal itu
akan memberkati orang-orang lainnya.
‘Keramahan’ ; ‘Kesabaran’ ;
‘Tidak merasa hebat’ sehingga pasien harus ‘membayar mahal’
untuk dapat mendengar dan menyimak
satu atau dua patah ‘kata sakti’
dari seorang dokter ‘yang dicari’ dan ‘diantre’
oleh pasien-pasiennya.

Persembahkanlah sesuatu kepada-Nya
pada saat kita sedang menjalani profesi kita
dengan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin
kepada orang-orang yang memerlukan kita,
apakah kita seorang pengajar, petugas instansi pemerintah,
petugas keamanan, manager, direktur, pengelola
dan lain sebagainya.

Sebagai ‘pelayan’ terhadap sahabat dan orang-orang lain
berbahagialah bila kita dapat ‘menggaet’ hati
orang-orang yang pernah mendapat pelayanan dari kita,
orang-orang yang telah kita bantu baik secara fisik, moril maupun materil.
Mungkin kita belum tergolong sebagai ‘profesional tingkat atas’
karena pengalaman dan latar belakang pendidikan kita yang masih kurang
tapi karena keramahan, ketelitian, kesabaran dan perhatian kita
yang begitu besar terhadap kepentingan orang-orang yang kita layani,
maka orang-orang akan terkesan dengan
pekerjaan pelayanan kita terhadap mereka.

Menjawab dengan ramah serta memberikan penjelasan penting,
sampai orang-orang yang dilayani benar-benar merasa terjawab dan puas.
Tidak segan-segan untuk ‘mendekatkan diri’ sebagai seorang sahabat
kepada orang-orang yang dilayani
dengan memberikan kata-kata yang membangkitkan semangat
atau mungkin juga dengan sedikit canda tawa dan senyum.
Sehingga cara kita memperlakukan orang-orang yang kita layani
membawa arti dan kesan manis yang ‘bersahabat’ dan ‘dekat’.

Dengan menghancurkan kesombongan kita dihadapan-Nya
kita dimampukan untuk mempersembahkan
sesuatu dalam pelayanan melalui profesi kita masing-masing.