Semalem aku nonton Kick Andy di Metro TV (One of my fav tv program). Tamu di sesi pertama adalah sepasang ibu dan anaknya. Sang ibu sudah tampak sangat renta. Entah karna memang usia, atau karena perjuangan hidup yang dilakukannya. Bagaimana tidak, ia sudah harus menjadi janda di usia yang masih terbilang muda. Suaminya meninggal setelah menyelamatkan anak mereka (Buyung) yang hanyut disungai sedang dua lainnya meninggal karna campak.
Untuk menyambung hidup. Ibu dan anak ini harus menjual sapu lidi buatan sendiri. Membuat sesuatu dan menjajakannya sendiri tentu suatu hal lumrah. Tapi sangatlah luar biasa ketika itu dilakukan oleh orang yang mempunyai kekurangan fisik, Ya seperti si BUYUNG. Ia tidak bisa melihat alias buta, dikarenakan penyakit campak yang dideritanya semasa kecil.
Buyung yang buta diajari oleh ibunya untuk membuat sapu lidi dari bahan yang didapat disekitar rumah mereka di Desa Guguak. Yang lebih menakjubkan adalah cara mereka menjual sapu2 tersebut. Setiap harinya Buyung harus menarik gerobak beratap buatannya sendiri. Mungkin terdengar mustahil bagaimana seorang buta bisa menarik gerobak. Tapi sesuatu yang tampak mustahil untuk kita yang normal adalah tidak mustahil bagi mereka yang kekurangan (selama mereka mau berpikir).
Jadi, Buyung yang menarik gerobak sementara Amai Nila yang menjadi navigatornya dibelakang. Amai-lah yang menjadi penunjuk jalan bagi Buyung agar ia tidak salah jalan, agar ia tidak celaka. Walaupun ada saat dimana Tuhan menguji mereka dengan rintangan dijalan. Setiap hari mereka harus berjalan berkilo-kilo untuk menjajakan sapu yang dihargai 5 ribu per buahnya.
Seperti juga penjual lain, ada masa dimana mereka berhasil membawa cukup uang. Sedang dilain waktu mereka hanya bermandi peluh. Bagi mereka, walaupun susah, hidup harus dijalani. Jika memang ada yang berbelas kasih, maka akan mereka terima dengan senang hati. Tapi PANTANG untuk mengulurkan tangan dan meminta.
Sungguh suatu sikap yang patut di Puji dan diteladani. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali orang yang sehat dan lengkap secara fisik namun lebih memilih cara mudah untuk mendapat rejeki. Bahkan tak jarang dengan merugikan orang lain. Sungguh suatu sikap melecehkan Tuhan. Bukankah setiap apa yang ada pada diri kita merupakan pemberian-Nya yang tentunya untuk dikembalikan pada-Nya.
Seharusnya kita bercermin kepada Amai Nila yang masih berusaha demi anaknya. Cintanya yang besar pada Buyung-lah yang membuatnya bertahan. Cinta-nya lah yang membuat Amai bekerja keras yang mengajak Buyung serta, berusaha berdua demi kehidupan sehari-harinya. Tidak seperti sebagian orang tua yang meninggalkan anaknya yang cacat, atau lebih buruk, memanfaatkan kekurangan anaknya itu untuk mendapat uang dengan mudah.
Mereka adalah manusia2 sederhana dengan sejuta ketegaran. Yang membiarkan masa lalu sebagai cermin untuk berlaku lebih baik; yang menjadikan kehidupan hari ini sebagai perjuangan maksimal; dan membiarkan hari esok menjadi milik mentari esok hari.
-------my room, 02 Nov 06-----------
7 Nov 2006
14 Jul 2006
Mata Bening Mereka Mengajarkan Syukur

Jum'at kemaren (070706) aku dapet kiriman dari K' Nana. Itu loh, temen chat aku dari Bali. dia kirim surat plus kwitansi infak GN. jadi ga enak deh aku ngejar2 dia soal kwitansi. Abis gimana lagi, aku juga dikejar-kejar Ita, mau buat laporan infak bulanan. Jadi maen kejar-kejaran deh!!!
Ternyata uang yang aku kirim itu ga semuanya diberikan tunai ke Panti. Ada yang dibelikan Al Qur'an dan Iqro. Ada yang dibelikan sembako dan sisanya tunai. It's not a big deal for me (us). Terserah aja, toh K' Nana yang lebih tau kebutuhan mereka disana. Klo Al Qur'an lebih dibutuhkan, ya monggo.
K' Nana juga cerita klo dia juga bawa kantong berisi kue-kue untuk dibagikan ke ade'2 panti (klo ini sih kyknya sumbangan pribadi kk nana). Yang mengharukan adalah bahwa ade'2 itu senang sekali dibawain kue-kue untuk diri mereka sendiri (1 kantong untuk 1 orang). Saking senangnya (mungkin karna mereka jarang sekali atau bahkan tidak pernah) mendapat makanan tambahan seperti, jadi mereka sayang memakannya. Masih menurut cerita kk Nana, kue2 itu dipandang dengan rasa sayang. Sepertinya mereka sayang sekali untuk memakannya. Bayangkan, kue yang tidak seberapa banyaknya, yang tidak seberapa nilainya. Kue yang seringkali terbuang oleh kita hanya karna tidak sesuai dengan selera lidah kita. Kue yang hanya kita simpan dan akhirnya terbuang karna akdaluarsa (saking banyaknya kue yang kita punya).
Membaca suratnya saja, aku trenyuh. Jujur aku sampai merinding jika mengingat betapa banyak jatah ketring dikantorkku yang terbuang hanya karna kami tidak menyukai lauknya. Padahal masih banyak yang membutuhkan makan untuk sekedar bertahan hidup. Yang jangankan kue, bisa makan saja sudah merupakan anugerah besar yang membutuhkan perjuangan.
Lebih trenyuh lagi ketika aku melihat foto-foto yang dikirimkan K Nana. Disitu terlihat betapa mereka sayang pada kantong berisi kue yang diberikan pada mereka, untuk diri mereka sendiri. Mata bening mereka menceritakan segalanya. Ada rasa sayang, takjub, senang, and other expression that can make u drop some tears.
Aku bersyukur bahwa Allah SWT masih sudi menegurku dengan halus, dengan tidak menimpakan azab padaku seperti kelaparan contohnya. Sang Khalik masih sudi menegurku melalui mata-mata bening ade'2 di Panti Miftahul Ulum - Bali.
Melihat mereka, aku merasa sangat kaya, merasa sangat beruntung. Bukankah aku masih memiliki bunda yang bersedia mencintaiku tanpa syarat 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bukankah aku masih memiliki adik yang walau menjengkelkan namun membuatku merasa tak sendiri. Bukankah aku masih memikili rumah tempat bernaung dan teman-teman tempat berbagi.
Melihat mereka, masalahku sungguh menjadi tidak berarti.
Ya Rabb.........ampuni aku yang selama ini kurang bersyukur
Ya Rabb.........ampuni aku yang selama ini berprasangka buruk pada-MU
Ya Rabb.........terima kasih untuk menegurku dengan cara yang paling halus
Ya Rabb.........beri aku kekuatan dan kemampuan untuk membantu adik2 dan saudara-saudara seimanku
Ya Rabb.........beri ketabahan dan kesabaran pada mereka dalam menjalani ketetapan-MU
Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan
====Sabtu,080706, E201...ditengah pelajaran Pancasila====
Ternyata uang yang aku kirim itu ga semuanya diberikan tunai ke Panti. Ada yang dibelikan Al Qur'an dan Iqro. Ada yang dibelikan sembako dan sisanya tunai. It's not a big deal for me (us). Terserah aja, toh K' Nana yang lebih tau kebutuhan mereka disana. Klo Al Qur'an lebih dibutuhkan, ya monggo.
K' Nana juga cerita klo dia juga bawa kantong berisi kue-kue untuk dibagikan ke ade'2 panti (klo ini sih kyknya sumbangan pribadi kk nana). Yang mengharukan adalah bahwa ade'2 itu senang sekali dibawain kue-kue untuk diri mereka sendiri (1 kantong untuk 1 orang). Saking senangnya (mungkin karna mereka jarang sekali atau bahkan tidak pernah) mendapat makanan tambahan seperti, jadi mereka sayang memakannya. Masih menurut cerita kk Nana, kue2 itu dipandang dengan rasa sayang. Sepertinya mereka sayang sekali untuk memakannya. Bayangkan, kue yang tidak seberapa banyaknya, yang tidak seberapa nilainya. Kue yang seringkali terbuang oleh kita hanya karna tidak sesuai dengan selera lidah kita. Kue yang hanya kita simpan dan akhirnya terbuang karna akdaluarsa (saking banyaknya kue yang kita punya).
Membaca suratnya saja, aku trenyuh. Jujur aku sampai merinding jika mengingat betapa banyak jatah ketring dikantorkku yang terbuang hanya karna kami tidak menyukai lauknya. Padahal masih banyak yang membutuhkan makan untuk sekedar bertahan hidup. Yang jangankan kue, bisa makan saja sudah merupakan anugerah besar yang membutuhkan perjuangan.
Lebih trenyuh lagi ketika aku melihat foto-foto yang dikirimkan K Nana. Disitu terlihat betapa mereka sayang pada kantong berisi kue yang diberikan pada mereka, untuk diri mereka sendiri. Mata bening mereka menceritakan segalanya. Ada rasa sayang, takjub, senang, and other expression that can make u drop some tears.
Aku bersyukur bahwa Allah SWT masih sudi menegurku dengan halus, dengan tidak menimpakan azab padaku seperti kelaparan contohnya. Sang Khalik masih sudi menegurku melalui mata-mata bening ade'2 di Panti Miftahul Ulum - Bali.
Melihat mereka, aku merasa sangat kaya, merasa sangat beruntung. Bukankah aku masih memiliki bunda yang bersedia mencintaiku tanpa syarat 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bukankah aku masih memiliki adik yang walau menjengkelkan namun membuatku merasa tak sendiri. Bukankah aku masih memikili rumah tempat bernaung dan teman-teman tempat berbagi.
Melihat mereka, masalahku sungguh menjadi tidak berarti.
Ya Rabb.........ampuni aku yang selama ini kurang bersyukur
Ya Rabb.........ampuni aku yang selama ini berprasangka buruk pada-MU
Ya Rabb.........terima kasih untuk menegurku dengan cara yang paling halus
Ya Rabb.........beri aku kekuatan dan kemampuan untuk membantu adik2 dan saudara-saudara seimanku
Ya Rabb.........beri ketabahan dan kesabaran pada mereka dalam menjalani ketetapan-MU
Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan
====Sabtu,080706, E201...ditengah pelajaran Pancasila====
7 Jul 2006
RV

Abis nonton RV di 21 Blok M sama temen2 kantor (Mbak Hilda, Mas Sukmo n Mbak Tiwi, minus Mas Muklis n Mbak Wahyu yang tiba2 batal). RV maen distudio 4, trs kita nonton yg jam 18.15, dapet kursinya di D (Mbak Hilda kurang ok nih milih seatnya).
Like any other movie of Robin Williams, pasti lucu but still, we got our lesson from there. RV juga memberi pelajaran 'kehidupan' (menurut bahasaku). We'll at least banyak pelajaran yang bisa aku ambil untuk kehidupanku.
Film ini dibuka dengan Robin Williams (Bob Munro) yang sedang mengantarkan anaknya tidur dengan bermain dulu dengannya. Ada kalimat yang aku suka di adegan ini, yaitu ketika Cassie (anaknya) bilang klo dia ga akan mau nikah, krn dia pengen tetep tinggal dirumah sama bapaknya. N bapaknya bilang (garis besarnya) "Kamu akan tumbuh besar, menemukan pangeranmu, dan kita tetap jadi sahabat." Denger kalimat itu, aku berpikir, 'enak banget ya klo bisa gitu' soalnya kadang kala, seiring berjalannya waktu kita menjadi jauh bahkan kadang seperti musuh dengan orang tua kita. Bukan karna tidak sayang, tapi lebih kepada ketidak mampuan kita menunjukkan kasih sayang, atau ketidak pekaan kita terhadap keinginan masing-masing. Masing-masing dari kita merasa lebih tau yang terbaik (baik untuk diri masing-masing) maupun untuk orang yang kita sayang.
Itu pun dibuktikan dalam RV. Dimana situasi berubah menjadi beberapa tahun ke depan. Dimana Bob dan anak-anaknya selalu bertengkar, selalu bersebrangan akan segala sesutu. Setiap hal kecil selalu menjadi bibit pertengkaran. Klimaksnya adalah ketika Bob dengan sepihak memutuskan membatalkan rencana liburan mereka ke Hawai dan merubahnya menjadi perjalanan dengan RV berwarna hijau terang menuju Colorado. Dengan dimulainya perjalanan ini, dimulai juga segala insiden2 tidak menyenangkan. Dari mulai toilet yang mampet, rem yang blong, sampe berkenalan dengan kluarga yang mereka anggap aneh yaitu keluarga Gornicke yang memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan mati2an mereka hindari. Gimana ga aneh klo ada kluarga yang lebih memilih nomaden, dan melakukan homeschooling bagi anak2nya daripada menetap disuatu tempat. Belum lagi kegemaran mereka menyanyikan lagu2 country.
Tapi benarkah demikian? Benarkah perjalanan itu adalah sebuah mimpi buruk? Benarkah keluarga Gornicke seburuk itu? Ternyata tidak. Perjalanan yang mereka anggap buruk itu berakhir manis karna ternyata perjalanan itu menyatukan apa yg telah hilang dari kluarga mereka yaitu KEKELUARGAAN, KEDEKATAN dan CINTA. Kesibukan telah membuat mereka jauh satu sama lain, dan perjalanan itu membuat mereka menjadi dekat. Perjalanan itu juga mengajarkan mereka untuk saling Mengerti dan Memaafkan. Bahwa ada saatnya ketika suami bersalah pada istri, anak bersalah pada orang tua dan begitu pula sebaliknya. Bukanlah suatu aib jika kita mengakui kesalahan kita atau bahkan meminta maaf terlebih dahulu.
Yang tak kalah pentingnya, perjalanan itu mengajarkan bahwa as a FAMILY, semua masalah yang ada harus dibicarakan, harus dicari pemecahannya bersama. Sebuah KELUARGA adalah kerjasama tim dan bukan 1 man show. Ayah adalah Kepala Keluarga, yang bertanggung jawab kepada kluarga tapi bukan brarti dia harus memutuskan semuanya sendiri, apalagi jika menyangkut kepentingan kluarga. Bukankah jik aterjadi sesuatu, maka kluarga kecil-mu-lah yang pertama tau??
Last but not least...........Don't Judge a Book by Its Cover-------Jangan pernah menilai sesorang atau sesuatu dari tampilan luarnya, dari kulitnya but try to look INSIDE coz u'll find something Amazing. Seperti juga keluarga Munro yang mati2an menghindari kluarga Gornicke (yng dianggap aneh dan semakin dihindari semakin bertemu) ternyata kluarga itulah yang banyak memberi pertolongan pada mereka. Bahkan kluarga itulah yang mengajarkan banyak hal pada mereka yaitu Kejujuran, Kebaikan tanpa pamrih, dan Persahabatan tulus.
Soo guys..........ga ada ruginya kok nonton film ini.....karna banyak sekali pelajaran didalamnya. Plus loe2 smua bakal terhibur dengan kelucuan2 mereka.
Have a nice day!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Like any other movie of Robin Williams, pasti lucu but still, we got our lesson from there. RV juga memberi pelajaran 'kehidupan' (menurut bahasaku). We'll at least banyak pelajaran yang bisa aku ambil untuk kehidupanku.
Film ini dibuka dengan Robin Williams (Bob Munro) yang sedang mengantarkan anaknya tidur dengan bermain dulu dengannya. Ada kalimat yang aku suka di adegan ini, yaitu ketika Cassie (anaknya) bilang klo dia ga akan mau nikah, krn dia pengen tetep tinggal dirumah sama bapaknya. N bapaknya bilang (garis besarnya) "Kamu akan tumbuh besar, menemukan pangeranmu, dan kita tetap jadi sahabat." Denger kalimat itu, aku berpikir, 'enak banget ya klo bisa gitu' soalnya kadang kala, seiring berjalannya waktu kita menjadi jauh bahkan kadang seperti musuh dengan orang tua kita. Bukan karna tidak sayang, tapi lebih kepada ketidak mampuan kita menunjukkan kasih sayang, atau ketidak pekaan kita terhadap keinginan masing-masing. Masing-masing dari kita merasa lebih tau yang terbaik (baik untuk diri masing-masing) maupun untuk orang yang kita sayang.
Itu pun dibuktikan dalam RV. Dimana situasi berubah menjadi beberapa tahun ke depan. Dimana Bob dan anak-anaknya selalu bertengkar, selalu bersebrangan akan segala sesutu. Setiap hal kecil selalu menjadi bibit pertengkaran. Klimaksnya adalah ketika Bob dengan sepihak memutuskan membatalkan rencana liburan mereka ke Hawai dan merubahnya menjadi perjalanan dengan RV berwarna hijau terang menuju Colorado. Dengan dimulainya perjalanan ini, dimulai juga segala insiden2 tidak menyenangkan. Dari mulai toilet yang mampet, rem yang blong, sampe berkenalan dengan kluarga yang mereka anggap aneh yaitu keluarga Gornicke yang memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan mati2an mereka hindari. Gimana ga aneh klo ada kluarga yang lebih memilih nomaden, dan melakukan homeschooling bagi anak2nya daripada menetap disuatu tempat. Belum lagi kegemaran mereka menyanyikan lagu2 country.
Tapi benarkah demikian? Benarkah perjalanan itu adalah sebuah mimpi buruk? Benarkah keluarga Gornicke seburuk itu? Ternyata tidak. Perjalanan yang mereka anggap buruk itu berakhir manis karna ternyata perjalanan itu menyatukan apa yg telah hilang dari kluarga mereka yaitu KEKELUARGAAN, KEDEKATAN dan CINTA. Kesibukan telah membuat mereka jauh satu sama lain, dan perjalanan itu membuat mereka menjadi dekat. Perjalanan itu juga mengajarkan mereka untuk saling Mengerti dan Memaafkan. Bahwa ada saatnya ketika suami bersalah pada istri, anak bersalah pada orang tua dan begitu pula sebaliknya. Bukanlah suatu aib jika kita mengakui kesalahan kita atau bahkan meminta maaf terlebih dahulu.
Yang tak kalah pentingnya, perjalanan itu mengajarkan bahwa as a FAMILY, semua masalah yang ada harus dibicarakan, harus dicari pemecahannya bersama. Sebuah KELUARGA adalah kerjasama tim dan bukan 1 man show. Ayah adalah Kepala Keluarga, yang bertanggung jawab kepada kluarga tapi bukan brarti dia harus memutuskan semuanya sendiri, apalagi jika menyangkut kepentingan kluarga. Bukankah jik aterjadi sesuatu, maka kluarga kecil-mu-lah yang pertama tau??
Last but not least...........Don't Judge a Book by Its Cover-------Jangan pernah menilai sesorang atau sesuatu dari tampilan luarnya, dari kulitnya but try to look INSIDE coz u'll find something Amazing. Seperti juga keluarga Munro yang mati2an menghindari kluarga Gornicke (yng dianggap aneh dan semakin dihindari semakin bertemu) ternyata kluarga itulah yang banyak memberi pertolongan pada mereka. Bahkan kluarga itulah yang mengajarkan banyak hal pada mereka yaitu Kejujuran, Kebaikan tanpa pamrih, dan Persahabatan tulus.
Soo guys..........ga ada ruginya kok nonton film ini.....karna banyak sekali pelajaran didalamnya. Plus loe2 smua bakal terhibur dengan kelucuan2 mereka.
Have a nice day!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
16 Jun 2006
My New Sis
Beberapa hari lalu aku dapet message dari seorang teman. Isinya tentang sebut panti asuhan yang berada dipelosok Bali. Nah dimessage dari itu disertai link, ternyata isinya pic dari panti asuhan itu. Miris banget deh liat nya Udah letaknya jauh dari keramaian, eh, jauh dari 'layak' juga. Tapi mau bagaimana, panti itu dikelola sendiri oleh Pak Mujib yang notabene adalah supir angkot. Plus, panti itu berada di wilayah yang mayoritas penduduknya adalah non muslim. Bali gitu loch!! Gimana pun aku musti banyak-banyak besyukur karna masih ada orang-orang berhati mulia seperti Pak Mujib ini. Yang masih memiliki kepekaan sosial.
Naahh... di message itu juga ada id Yahoo seseorang yang bisa dimintai keterangan or info soal panti itu. Awalnya sih aku ragu n takut juga. I mean...ada banyak pertanyaan dalam hati, such as.."orangnya lagi sibuk ga ya, bisa diganggu ga ya...." n somethin like tht dech. Udah gitu, aku kan lom ada dana, baru mau tanya2 aja dulu. Antara penasaran dan takut lebih banyak penasaran jadi dengan berbekal bismillah, aku pm aja. Ternyata si mbak ini baik bgt...she explain everything. Denger ceritanya, aku makin pengen nyumbang, malah pengen banget bisa kesana.
Akhirnya pas waktu ishoma, aku tanya soal uang infak bulan ini sama Ita (dia kolektornya). Ternyata uang bulan ini belom disumbang kemana-mana n aku boleh sumbangin klo ada tempat. Wah aku seneng bgt kan namanya pucuk dicinta pangeran datang (hehehe). Ya udah, uang yang ga terlalu banyak itu aku transfer aja ke tempat mbak Nana, untuk disumbang ke panti itu. Rasanya seneeng bgt deg bisa berbagi.
Pas aku infokan ke mbak Nana, dia bilang dia syok. Padahal beberapa menit kemudian, dia yang bikin aku kaget. Gara2nya sih sepele, dia tanya, apa uang itu boleh diberikan barang yang dibutuhkan. Buat aku itu mengejutkan, karna bagi kami (aku-lah) disini, apa yang sudah diberikan ya udah jadi hak penerima, terserah mau diapakan. Ehhh dia masih minta ijin, biar afdol katanya. Hal simpel itu bikin aku kaget.
Ya udah aku bilang sama dia, terserah mau dirupakan apa, kan dia yang lebih tau kebutuhan disana.
Hari itu, aku banyak bgt dapet nikmat. Aku dapet perasaan menyenangkan karna dah bisa berbagi, walau cuma sebagai perantara. Aku dapet pelajaran tentang menghargai orang lain dan selain itu, aku jadi dapet saudari baru. Sampai hari ini aku n mbak Nana masih chat.
Thank You very Much Allah 4 all things, all lessons tht u've gave me....
And 4 u sis, Welcome to my Life.....Hope Allah bless this Friendship..
Naahh... di message itu juga ada id Yahoo seseorang yang bisa dimintai keterangan or info soal panti itu. Awalnya sih aku ragu n takut juga. I mean...ada banyak pertanyaan dalam hati, such as.."orangnya lagi sibuk ga ya, bisa diganggu ga ya...." n somethin like tht dech. Udah gitu, aku kan lom ada dana, baru mau tanya2 aja dulu. Antara penasaran dan takut lebih banyak penasaran jadi dengan berbekal bismillah, aku pm aja. Ternyata si mbak ini baik bgt...she explain everything. Denger ceritanya, aku makin pengen nyumbang, malah pengen banget bisa kesana.
Akhirnya pas waktu ishoma, aku tanya soal uang infak bulan ini sama Ita (dia kolektornya). Ternyata uang bulan ini belom disumbang kemana-mana n aku boleh sumbangin klo ada tempat. Wah aku seneng bgt kan namanya pucuk dicinta pangeran datang (hehehe). Ya udah, uang yang ga terlalu banyak itu aku transfer aja ke tempat mbak Nana, untuk disumbang ke panti itu. Rasanya seneeng bgt deg bisa berbagi.
Pas aku infokan ke mbak Nana, dia bilang dia syok. Padahal beberapa menit kemudian, dia yang bikin aku kaget. Gara2nya sih sepele, dia tanya, apa uang itu boleh diberikan barang yang dibutuhkan. Buat aku itu mengejutkan, karna bagi kami (aku-lah) disini, apa yang sudah diberikan ya udah jadi hak penerima, terserah mau diapakan. Ehhh dia masih minta ijin, biar afdol katanya. Hal simpel itu bikin aku kaget.
Ya udah aku bilang sama dia, terserah mau dirupakan apa, kan dia yang lebih tau kebutuhan disana.
Hari itu, aku banyak bgt dapet nikmat. Aku dapet perasaan menyenangkan karna dah bisa berbagi, walau cuma sebagai perantara. Aku dapet pelajaran tentang menghargai orang lain dan selain itu, aku jadi dapet saudari baru. Sampai hari ini aku n mbak Nana masih chat.
Thank You very Much Allah 4 all things, all lessons tht u've gave me....
And 4 u sis, Welcome to my Life.....Hope Allah bless this Friendship..
Subscribe to:
Posts (Atom)