31 May 2011

See You Next Year

Malam temans!
Sedang apa kalian? Saya sih lagi bermacet ria dari dalam angkot.

Yup! Hari ini saya absen naik kereta karna abis ketemuan sama Rika. Tumben ya, ga sampe tengah malam. Well, karna tadi kita hang outnya di Mpek-mpek 161 yg cuma buka sampe jam 8an (laris cin). Udah gitu, si Rika dah 5 watt matanya karna semalem kebangun gara-gara tetangganya kemalingan n dia ga bisa bubu lagi. Alhasil jam segini dia dah kangen bantal.

Eniwei, kali ini saya ga mau posting soal ketemuan kami ah. Ga soal betapa enaknya si mpek-mpek kulit yg kami makan tadi ;). Saya cuma mau cerita tentang saya dan bulan mei ini. Otre..?!

'What You Wish is My Command'

Itu kata jin dilampu wasiat tiap kali Aladin minta sesuatu. Ya kan? Dan buat teman sekalian yang suka baca buku-buku tentang hukum ketertarikan, pasti familiar deh dengan prinsip apa yg kita pikirkan dengan segenap rasa, maka itu yang akan terjadi. Cepat atau lambat. Di bulan Mei ini, bulan kelahiran saya, secara langsung atau tidak langsung, itulah yang terjadi.

Kalian yang suka nengok rumah maya saya ini pasti tau deh, betapa bulan ini banyak 'tanda cinta' Allah untuk saya. Tau ga, butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya saya paham bahwa saya ikut andil atas apa yg terjadi. Tidak hanya dari tingkah laku atau perbuatan, tapi juga pikiran saya.

Contohnya nih, waktu ulang tahun -bahkan jauh sebelumnya- saya pengen bisa lebih dewasa, lebih bijak. And you know what, Allah kasih kok. Allah kasih melalui masalah. Karna dengan masalah, melalui cara saya menyikapi dan mengatasi masalah-lah, saya bisa belajar menjadi dewasa dan bijak.

Bukankah Allah punya caranya sendiri dalam mengabulkan permohonan kita. Dan DIA-lah yang paling tau apa yang terbaik untuk kita. Ya kan?

Dihari terakhir dibulan mei ini, saya mau bilang 'makasih Allah' untuk semua tanda cintanya.

Untuk Mei, dadah Mei! C U next year. Dengan kisah yang berbeda.

Tas Kecil + Pelupa = Buku Ilang :(

Kejadian ini tuh udah dari minggu lalu, tapi baru sekarang sempet bener-bener saya tulis. Kemarin-kemarin cuma berupa draft aja di blog ini. So.. even rada basi beritanya.. tapi tak apa lah ya... ;)

Sebelumnya saya mau cerita soal bad habit saya yang suka banget pake tas rada besar. Hmm.. ga cuma biar seimbang sama badan saya yang gede ini lohh... tapi juga karna basically saya ogah ribet tenteng kanan-kiri macam inang-inang (itu menurut ayah saya yang orang seberang itu). Lebih ringkes kan klo semua masuk di satu tas. Praktis n ga repot. Apalagi saya kan masih setia sama kereta dan angkot yang notabene angkutan masal plus seringnya penuh. Kebayang dunk klo berdesakan sambil bawa tas kantor di pundak plus bawa tas lain di tangan. Ribet sangat cin. Belom lagi mengganggu penumpang lain dunk. Nah.. berhubung saya orangnya ga suka ngerusuhin orang *winkwink* jadilah saya cinta sama tas gede plus banyak kantong. Malah kadang tas saya lebih mirip anak kampus. Model postman gitu deh. Tahan air juga loohh. Kenapa tahan air?? Karna selain alat tulis n dompet, saya hampir selalu bawa buku bacaan, plus benang dan alat rajut di tas saya. Nah klo tasnya ga tahan air, trus kehujanana... abislah barang-barang berharga saya itu.

18 May 2011

Belajar dari Cobaan (Kematian)

Hi temans!!
Gimana long wikennya?? Eh, btw.. kalian ikutan cuti bersama ga? kemarin lusa itu. Saya sih emang udah ngajuin cuti bahkan sebelum para pembesar negara itu mutusin untuk cuti bersama untuk para PNS didetik-detik terakhir. Gimana ya mereka itu?? Saya aja yang mikirin diri sendiri, udah prepare untuk cuti dari beberapa hari sebelumnya. Masa mereka yang (harusnya) mikirin orang banyak, malah bikin keputusan dadakan gitu. Emangnya penduduk negara ini PNS semua ya??? Gak kan?! Mamanya temen saya terlantar di stasiun karna jadwal kereta mendadak berubah mengikuti si cuti bersama itu. Dia pekerja, dia warga negara ini, tapi sayangnya dia bukan PNS jadi dia tidak libur. See.... jadi para pembesar negara, jangan marah klo ada yang komplen tentang ketidakberpihakan anda pada rakyat ;).

Eniwei... kok saya malah ngelantur ya?!?! Hehehe.. anggap intermezo aja lah ya ;). Siang ini saya mau cerita soal apa yang saya rasa setelah beberapa bulan terakhir ini bersinggungan dengan kematian. Mulai dari sepupunya temen masa kecil saya, bapaknya temen kantor saya, dan bahkan temen kantor saya sendiri. 

Kotak Biru, Hadiah (Ulang Tahun) Saya

Minggu lalu, sore hari di hari yang sama setelah masuknya 'sms-sms cinta' itu...
Begitu sampe kantor, di meja kerja saya sudah ada si kotak biru ini.


Hari itu, walaupun sudah tidak ada lagi air mata..walau hati sudah mulai tenang.. tapi masih berat rasanya membuka kotak biru itu. Kalau bukan karna teman-teman saya yang excited dan meminta saya membukanya, mungkin sampai hari ini kotak itu masih dalam posisi itu.