1 Nov 2011

Welcoming November

Hai!
It's November now.

November saya diawali dengan kesiangan akibat tidur pagi >.<
Apa saya ngedumel karna kesiangan?? Nope. Hari ini saya memutuskan untuk menikmati kesiangan saya. Hari ini saya ga mau gedubrak-gedubruk pengen mengejar waktu. Karna toh waktu selalu berada di depan saya. Bahkan saat saya ga kesiangan sekalipun. 

Mandi, ganti baju, beresin tas, sarapan, semua saya lakukan dengan kecepatan sama seperti kalau saya ga kesiangan. Like I said, yang sudah terjadi.. terjadilah. Berhubung si adek lagi ga dirumah, jadi ga ada yang anter saya ke stasiun. Alhasil saya jalan kaki sampai bertemu tukang ojek atau angkot. Gak deh, klo jalan sampe stasiun. Hehehe.

Baru sadar, udah jarang banget saya jalan kaki sambil 'bicara' pada Allah. Yup. Saya punya kebiasaan aneh dalam berkomunikasi denganNYA. Entah ya, buat saya, berdoa atau berzikir setelah sholat bukanlah satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan ALLAH. Ada banyak sekali cara.

Di waktu lalu, saya sering meluangkan waktu untuk berjalan kaki saat pergi dan pulang kerja. Dalam perjalanan itu, sambil melihat sekeliling, saya berusaha berkomunikasi dengan cara saya. Saya berterima kasih, bertanya, selayaknya saya berbincang. Memang sih... terlihat seperti orang yang 'kurang'. Gimana engga, lha wong saya komat-kamit sendiri. Tapiiii jurus jitu saya adalah...pasang headset, jadi klo orang liat saya komat-kamit, mereka pikir saya lagi nyanyi. Terutama klo pagi. Klo malam kan jalanan cukup sepi dan kurang terang. 

Saya ga tau ya.. apa ada orang yang berlaku macam saya, diluar sana. Even.. gpp juga klo ga ada. Karna saya adalah saya. 

from here

Kembali ke kebiasaan itu. Memang saya tidak akan langsung mendengar jawabannya, karna kalau Allah tiba-tiba langsung menjawab seperti yang terjadi dalam film 'Conversation with GOD' (yang saya tonton bertahun lalu) kemungkinan besarnya adalah saya akan pingsan saat itu juga. So, jawaban bahkan tanggapan Allah tidak langsung tersedia saat itu juga. Butuh beberapa kali jalan kaki sampai akhirnya saya menemukan jawabannya. Atau mungkin, sebenarnya jawaban itu sudah ada, hanya saja, saya berjalan terlalu cepat, sehingga melewatinya. Karna jawabanNYA datang melalui pertanda, melalui keraguan dalam hati, melalui keyakinan dalam jiwa. Karna jawabannya, datang dalam senyum, dalam tawa. Karna jawabannya, datang bagi mereka yang tak lelah mencari. Tidak hanya mencari, tapi memperhatikan dan mengambil pelajaran dalam pencariannya. 

Loohh.. kok malah ngelantur ya saya. Ckckckckck..... mungkin ini efek belum ngopi >.<

Eniwei... Selamat datang November...
Semoga ceriamu membawa ceria bagi hari-hariku ^__~


31 Oct 2011

Saranku = Ujianku

Hari terakhir di bulan Oktober. 
Gosh! Ga terasa banget ya, besok kita udah masuk bulan baru. Hmm.. ada banyak pelajaran untuk saya bulan ini. Ada pelajaran tentang kehilangan, tentang penyerahan diri total pada BELIAU SANG PEMILIK HIDUP, tentang berprasangka baik, tentang janji. Macam-macamlah. 

Pelajaran-pelajaran itu, ada yang memang benar-benar baru untuk saya. Tapi ada juga yang merupakan pelajaran lama, namun dikemas dalam kotak baru. Seperti yang satu ini. 


Beberapa waktu sebelumnya, adik saya bercerita kalau uangnya hilang. Nah, seperti kebanyakan orang, saya dan mama pasti menyarankan dia untuk ikhlas. Tentunya setelah melayangkan sederet kalimat ini ;)


'Kok bisa ilang?'
'ilang dimana?' padahal klo saya yang kehilangan, ditanya begini pasti bawaannya kesel *klo tau gimana dan dimana ilangnya , brarti bukan ilang dunk?*
'Lupa naro kali'
'Yakin ga lupa?'
'makanya ati-ati' dsb...dsb....
Baik mama dan saya kurang lebih menyarankan hal yang sama 'Udah, ikhlasin aja. Belum rejeki kamu kali dek. Berdoa aja yang nemu atau yang ngambil emang perlu. Yakin aja klo Allah akan ganti dengan yang lebih baik.' Standar banget kan sarannya?!?!?

Nah.. sekitar semingguan dari kejadian itu.. giliran saya yang kehilangan. Kali ini saya kehilangan si W595 dan si esia saya. Telek banget kan? 2 hp dalam sehari. Eits.. jangan tanya dimana dan gimana ya, karna saya sendiri ga tau. Yang saya tau, waktu pagi di kantor klien (hari itu dari rumah langsung ke klien) saya masih telponan sama temen kantor. Dari kantor klien, saya masih mengunjungi 1 tempat lagi sebelum akhirnya balik ke kantor.

Mau marah, mau kesel, mau ngedumel, jelas itu hp belum tentu akan kembali. Marah pun, mau marah ke siapa, kecuali diri sendiri yang mungkin kurang hati-hati. Ingat kata bang Napi, 'Kejahatan tidak selalu terjadi karna niat, tapi juga kesempatan'.

Dan sorenya... sambil membalas imel dari klien dengan ditemani secangkir kopi, saya teringat ucapan Pak Mario, disalah satu momen, dahulu, waktu saya masih aktif di kegiatan MTSC. Saya lupa kalimatnya dengan tepat, intinya adalah 'apa yang kita sarankan akan diujikan ke kita'.

DEG! AHA!
Meniru Oprah, jadilah saya dapatkan AHA momen saya. Yup!. Bukankan beberapa waktu sebelumnya, ketika adik saya kehilangan uangnya, saya memberi saran untuk ikhlas, untuk menerima, untuk yakin bahwa ini salah satu ujian, atau tempaan dari Allah. Bukan karna Allah tidak sayang, tapi justru karna Allah sayang. Mungkin ada kelalaian telah kita lakukan, sehingga cara terbaik untuk membuat kita tidak lagi lalai adalah melalui kehilangan. Bla..bla..bla... masih banyak kata-kata manis yang keluar dari mulut saya yang mungkin saat itu di dengar sebagai omong kosong oleh adik saya. Dan akan semakin menjadi Tong Kosong Nyaring Bunyinya klo saya tidak bisa berlaku seperti yang saya ocehkan kemarin.

Logikanya kan saya harus bisa berlaku seperti yang saya katakan. Adalah tidak fair, menyarankan hal yang kita sendiri tidak mampu melakukannya. Ya kan?! Maka sore itu, dengan layar monitor dan secangkir kopi sebagai saksi bisu, saya berjanji untuk melakukan hal yang sudah saya sarankan ke adik saya. Ralat. Saya tidak berjanji, tapi saya Bertekad.

Hasilnya???

Hmmm.. tunggu posting berikutnya ya ;)





21 Oct 2011

Hadiah Tak Terduga


Pagi menjelang siang tadi, saat sedang berkutat dengan binder, Yulia (resepsionis) kantor dateng ke lantaiku. Baru sampai pintu, dia sudah berteriak mencariku. Waktu ku longokkan kepala dari kubikel. kulihat dia berjalan ke arahku sambil bawa setumpuk surat ditangan kanan sementara di tangan kirinya ada sebuat paket terbungkus kertas kado bunga-bunga. 

'Wah!! Yulia bawain paket hadiah buat aku ya???'
'Iya nih mba. Mba pesen benang lagi ya?'
'Hah?!? beneran buat gue?' giliran Yulia yang kaget aku tanya begitu.
'Lha emang mba ga pesen benang? Ini empuk-empuk kayak paket klo mba pesen benang'

Asli aku kaget banget. Lha wong lagi ndak pesen benang je. Pas itu paket udah sampai di tanganku *FYI, percakapan diatas terjadi selama Yulia jalan dari pintu ke kubikelku plus waktu dia nunggu aku memparaf tanda terima*. Ternyataaaa.... itu paket dari Jeng Elsa *even di pengirimnya ditulis Baby Dija*. Padahal nih ya... tadinya aku pikir Yulia cari aku buat nganter surat, karna emang lagi nunggu dokumen dari Riau. Sementara soal hadiah itu, aku cuma iseng ajah. Ternyataaaa.... ^___^. 

Langsung ajah aku buka. Benarlah si Yulia. Isinya benang, sodara-sodara. 4 gulung benang beraneka warna. Alhamdulillah. 
Ga afdol nih, klo ga telp si Jeng baik hati. Jadilah aku telp. Lucky me. Yang angkat telp-nya si Jeng Elsa sendiri. Huaaaa!! Dia ramah sekali fren. Suaranya plus ketawanya renyaaaahhh banget deh. Ngobrol-lah kami. Hiks... terharu deh aku, waktu dia bilang inget aku pas liat benang-benang itu. Trus dia beliin untuk aku. 

We never met, we never talk before 'literally'. We only comment on each other blog. But yet, she gave send me present. Not just any present, but it was something that I really love. Yarns.

Jadi ingat quote ini..
“A friend may be waiting behind a stranger's face.”
― Maya Angelou, Letter to My Daughter


And this really made my day. Baru aja kemarin saya sedikit bersedih karna 2 hp saya ilang. Jangan tanya dimana. Karna kemarin saya pergi ke beberapa tempat. Saya cuma inget bahwa saya masih telpon-telponan sama temen kantor saya waktu saya lagi di klien, di sudirman. Jadi saya ga tau, apa ilang di trotoar waktu cari taksi, waktu di dunkin, di pelataran semanggi, atau mungkin di dalam taksi. I really don't know. 

Sedih, karna hp itu baru 3 hari saya fungsikan lagi setelah rusak selama 2 minggu. Baru saja saya lega karna back-up data saya berfungsi dengan baik. Jadi semua kontak saya tetap ada. Tidak ada yang hilang. Ternyata kelegaan saya hanya berlangsung 3 hari. *sigh*

Pagi ini, ketika saya sudah menerima semua yang terjadi kemarin, eh... Allah mengirimkan hadiah melalui Elsa dan Baby Dija. Hmm.. jadi seperti jawaban bahwa proses ikhlas saya, disambut baik oleh Allah. 

Makasih ya Elsa... 
Makasih ya Dija...

Semoga kebaikannya, dibalas berlipat ganda oleh Sang Pemilik Jiwa.







6 Sept 2011

Kembali ke Rutinitas

Ini hari ke dua saya kembali ke rutinitas kantor. Masih sepi, masih banyak yang cuti. Masih belum sepenuhnya bekerja. Tapi hari ini lumayanlah. Sudah ada pekerjaan yang mulai saya kerjakan. Tidak seperti kemarin yang isinya hanya salaman ke para penghuni kantor, ngobrolin liburan, makan siang, liat-liat ke toko baru di Blok M -yang mirip banget sama Ace Hardware-. Dan setelah sekian lama muter-muter di toko itu, hasilnya adalah... sebuah sikat kecil berbulu hitam dengan pegangan kayu. Sikat baju. Yup. I need that. Secara sayalah upik abu dirumah.

Oke.. cukup cerita tentang betapa sibuknya saya dihari pertama kemarin.

Hari ini, ada dokumen yang harus dimintakan tanda tangan, kelengkapan invoice yang harus disiapkan dan dokumen yang harus di scan. Untuk yang terakhir ini harus dipending sampai besok pagi >.< karna energi kerja saya masih belum 100%.

See... betapa berdedikasinya saya. 

Apa? kalian mau tau liburan saya??

Hmm.. semua menyenangkan walaupun sebagian besar hari libur saya habiskan dirumah dan berkutat dengan benang dan hakpen. Hasilnya?? Saya bisa menyelesaikan suvenir Uchie (dan sudah saya serahkan). Plus, saya juga selesai membuat jaket dan ear-flap untuk anak Rama yang baru lahir. ^__^ bermanfaat kan, hari libur saya.

Eniwei... sekian dulu ya temans.