4 Jan 2009

Me dan permintaan menulis

Orang ga merasa pandai nulis, malah diminta nulis pesan kesan untuk jurnal di salah satu milis yang Nda ikuti. Alasannya? Menurut mods milis, Nda ini penulis yang baik dan juga kritikus yang tajam dan penuh semangat. Ga pernah merasa begitu. Sungguh deh. Apalagi Nda belum setahun di milis ini. Dan setelah mati gaya beberapa saat, akhirnya bisa juga memenuhi permintaan beliau. Untung mintanya yang singkat dan padat, coz Nda cuma berhasil bikin 2 paragraf ajah. Dan lebih untung lagi karna yang diminta menulis bukan cuma Nda. Tapi ada seorang mba lagi. Mba cantik yang baik hati dan lebih senior dari Nda. Baik dari segi umur -kliatan banget ya, nda pengen jadi anak-anak terus :D-, maupun lamanya bergabung dimilis.

:D semoga berkenan dengan tulisan Nda, ya mba ^_^



2 Jan 2009

Me, dan kedudulan awal tahun

Seperti yang sudah orang-orang dekat saya ketahui besama, Nda ini -selain keras kepala- adalah si ceroboh dan pelupa. And I'm not proud of that.

Udah banyak sekali kejadian memalukan karna sifat yang satu itu. Dan hari ini, di awal tahun yang seharusnya jadi momen baik untuk perbaikan diri, Nda melakukan kedudulan itu lagi. Bahkan sampai 2 kali.

Jadi, yang pertama adalah, Nda ga bawa dompet ke kantor. Kenapa bisa lupa?! Ga tau juga. Orang pas ganti tas, *perasaan* sih udah dimasukin dompetnya. Ehh ternyata pas diliat, ga ada. Mana ketauannya udah di dalem kereta. Untung ditas masih ada uangnya. Even cuma pas untuk sekali jalan. Untungnya Nda bawa atm yang biasa buat petty cash, dan masih ada uang pribadi Nda disitu.

Yang kedua, yang barusan ketauan adalah.... Hp Nda ketinggalan di kantor. Gimana Nda bisa tau??? Well.. awalnya Nda mau liat no telp di situ. Cari punya cari, ga ada ditas. Nda inget banget blom ngeluarin apapun dari tas sejak pulang dari kantor tadi. Ya udah, Nda coba telp pake hp bunda. Ehh nyambung. Dan ternyata, ada di Mas Hendra. Legaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!

Tapi tetep aja. Kok bisa-bisanya ya, Nda dudul banget hari ini?! Sampai 2 kali pula!! Oh God, what the hell happened with me?

1 Jan 2009

Me and 1st day of 2009

This is the 1st day of a brand new year. Yup. Today is January 1st 2009. And what am I doing today??

Hmmm.. nothing much. Just spending most of my time for sleeping, bit crocheting and netting (what the hell is netting?!). Nothing serious right??

Anyway.... today I'm also spending some of my time to have conversation with myself. Kinda weird ha?! but that's the way it is. For several days I was in denial mode. Denying that someone I care, already didn't give a damn of me. I convince myself that she still care about me. I mean, she's like a sister for me. But just like what they say, You can't always get what you want in life. Just like me. I have to accept that she, no longer feel comfort with me. Besides, who does?? I'm a stubborn and so outspoken gal. It's already in my blood -since I carried 2 gen outspoken tribes-

So.. my dearest sister, now, I can understand if you took a step backward from my side. If that can make you happy, that do it. I wont blame you. I wont bother or disturb you. I'll always wish GOD will send all the best for you.

^_^






Malaika Humaira (and me?)


Libur Natal dan Tahun Baru Islam kemarin, Nda menghabiskan lebih banyak waktu dirumah (selain nonton ke 21, tentunya). Nda dirumah bukan tanpa kegiatan lhoooo :D. Selama liburan itu, Nda nyelesaiin tas FDWL –dibantuin bunda n shella-. Terus, ngajak mereka ke 21 untuk nonton Madagascar, terus ketemuan sama Rika. Sisanya? Ya untuk baca, blogging n plurking. See.. quite busy, na?!

Salah satu buku yang Nda baca itu judulnya ‘Malaika Humaira’ karangan Zahrotul Atiyah, terbitan Diva Press. Awalnya Nda tertarik buku ini karna dicovernya ada note ‘Kisah Inspiratif Pembangkit Keindahan Hati’. FYI, Nda suka banget buku macam ini. Buku yang memberi inspirasi untuk menjadi lebih baik. Kedua, buku ini diskon :D. Yahh.. untuk orang yang masih hidup from paycheck to paycheck, discount is like rain on the desert. Nda sendiri ga tau kenapa Nda akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini. Padahal sebelumnya Nda ambil buku lain. Buku yang judulnya dah sering Nda liat di Gramed. Sementara buku ini, Nda baru tau ya kemarin itu. Nda cuma percaya bahwa in this world, there’s nothing called coincidence. Semua memang sudah digariskan begitu. Dan begitulah adanya antara Nda dengan buku ini.

Yang pertama Nda baca dari buku ini adalah kata pengantarnya. Baru di paragraf satu aja, Nda udah setuju dengan sang penulis. Berikut ini adalah penggalan paragraf pertama itu :
‘ketika kita berani memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang, maka jangan pernah menganggap hal sepele sebagai sesuatu sepele. Sebab, ketika dua orang telah menjalin suatu hubungan hati yang mendalam, maka bisa jadi, hal yang nampaknya sepele akan menjadi sesuatu yang berakibat tidak lagi sepele’.

Hayo ngakuuuu !! pasti kalian juga akan setuju dengan itu kan. Apa???? Ga setuju?? Ya gak papa sih. But next time, coba benar-benar tanya pada diri sendiri ya. Nda yakin.. kalian akan mulai ragu dengan jawaban pertama kalian.

Malaika HumaiRa dan Rehanna Sulastin yang berikrar untuk menjadi saudara sehati. Bukan karena mereka memiliki hubungan darah, tapi karena mereka memiliki hubungan hati. So, mulailah mereka merajut hari dengan kasih sayang -yang sayangnya sering diartikan beda oleh orang lain-. Kenapa? Ya iyalah. Secara mereka sama-sama perempuan. Pasti tetangga kanan kiri akan menganggap mereka adalah 'pasangan'. Ga menyalahkan juga sih. Coz dalam cerita ini, dituturkan kalau mereka saling memperhatikan satu sama lain. Bahkan sering mengabaikan teman-teman satu kosan mereka. Siapa yang ga sebel, hidup berdampingan dengan orang yang menganggap kita ga ada. Mereka pun saling menjaga satu sama lain. Klo yang satu disakiti orang, maka yang lain akan melindungi sekuat tenaga. Dan menurutku, disinilah semuanya bermula. I mean, kadang.. begitu inginnya kita melindungi orang yang kita sayang, namun tanpa sadar, kitalah yang paling banyak dan paling sering menorehkan luka.

Re, seorang gadis cantik ya dipuja banyak pria disekitarnya. Tapi seperti juga yang sering terjadi pada gadis cantik lainnya, pria yang dipujanya, justru yang selama ini menanggapinya dingin. Apa dia menyerah? Tentu saja tidak. Cupid sang dewa asmara pun akhirnya melihat kesungguhannya dan melepaskan anak panahnya. Semua berlangsung baik bagi Re, sampai 2 kejadian buruk menimpanya. Pertama, keluarga sang pangeran -yang notabene- orang berada memaki-maki orangtuanya karna tidak setuju dengan hubungan asmara 2 remaja itu. Berikutnya adalah kecelakaan yang dialaminya. Kecelakaan itu memang menorehkan luka fisik, kakinya tidak sesempurna dulu. Tapi yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa orang yang dianggapnya sahabat, ternyata tidak seperti yang dia bayangkan.

Ra, gadis dengan vonis kelainan pada jaringan otak di hari ulang tahunnya yang ke 17. Yang mengalami kecelakaan motor dan menghantarkannya pada luka batin. Luka, karena setelah kecelakaan itu, statusnya diragukan oleh ayahnya. Mengapa? Karna golongan darahnya berbeda dari kedua orang tua dan saudaranya. Ibunya sudah bersumpah bahwa dia tidak pernah selingkuh, tapi hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa ayahnya berubah sikap pada Ra.

Keduanya bertemu di Jogja. Tempat yang mereka harapkan bisa menyembuhkan luka batin itu. Luka batin itu, perasaan terasing di keramaian, membawa mereka akrab, dan seperti yang sudah Nda bilang di atas, mengikrarkan diri menjadi saudara sehati.

Seperti juga setiap hubungan yang terjadi diantara anak manusia, serumit atau sesederhana apapun, pastilah memiliki pasang surut. Buah dari konflik yang mucul. Begitu juga Re dan Ra. Banyak konflik yang terjadi diantara mereka. Yang pada suatu titik, membuat mereka berpisah. Sayangnya, bukan konflik besar yang melakukan itu, tapi tumpukan dari konflik-konflik kecil yang tidak pernah mereka selesaikan. Seperti gunung es. Kecil di permukaan, namun sesungguhnya besar sekali.

Re cenderung meledak-ledak emosinya. Sedikit egois, tidak mudah dikritik dan cenderung tidak jujur pada perasaannya. Hmm.. mungkin bisa dikatakan sebagi si dominan dalam kisah ini. Si cantik yang berpikiran bahwa tidak semua hal perlu dikatakan.

Ra, si setia dengan sejuta sayang bahkan cinta untuk Re. Cenderung lebih bisa menunjukkan perasaannya (suka, sayang, cemburu, things like that). Sang Pelindung yang membutuhkan jawaban langsung atas setiap pertanyaan.

Bisa menebak kan, kira-kira konflik sepele macam apa yang mereka alami??

Nda suka banget sama tema yang diangkat di novel ini. Mungkin karena saat ini, Nda memiliki hubungan yang kurang lebih seperti ini dengan 2 sahabat. Dengan yang satu, semuanya berjalan baik. Kami sudah bisa bicara terbuka dan menyelesaikan tiap konflik yang ada. Sementara dengan yang satu.... Nda ga ingin suatu hari, dengan yang satu ini, semua berakhir seperti cerita novel ini. Berakhir dengan tidak baik dan membawa penyesalan panjang, yang akan menghantui sepanjang hidup. Karna kata maaf pun, sudah tidak mungkin mendapat jawaban. Nda tidak ingin salah satu dari kami (kemungkinan besar, me) berakhir seperti seorang Malaika Humaira.